Warga Kota Ambon Panik – Ambon Ekspres
Metro Manise

Warga Kota Ambon Panik

Gempa tektonik dengan kekuatan 5,8 Skala Richter (SR) terjadi di Kota Ambon, Sabtu (4/4). Peristiwa sekira pukul 17.06 WIT itu tidak berpotensi terjadi tsunami, namun membuat panik warga.

Salah satu lokasi yang ramai adalah di kawasan pusat perbelanjaan Ambon Plaza. Saat terjadi gempa, ratusan warga yang sementara beraktifitas di lokasi itu langsung berhamburan. Mereka berusaha menyelamatkan diri, takut bila terjadi kerusakan bangunan yang bisa mencelakai mereka. “Gempa itu cukup terasa kuat. Apalagi di lantai 3 dan 4. Katong (kita, red) terpaksa lari karena ketakutan jangan sampai terjadi sesuatu yang bisa membuat dampak yang lebih besar lagi,” kata salah satu pengunjung yang saat itu dalam kondisi panik.

Bukan saja di Amplaz, kondisi yang sama juga terjadi di beberapa tempat lain. Seperti juga para pegawai yang sementara bekerja di Kantor Gubernur Maluku. Mereka tampak berhamburan keluar gedung saat terjadi guncangan gempa. “Kami di lantai IV merasakan guncangan kuat sehingga berlarian melalui tangga. Khawatir terjadi gempa susulan. Sangat kuat rasanya,” kata sejumlah pegawai yang dalam kondisi panik itu.

Kepala seksi data dan informasi Stasiun Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Maluku, Kustoro Hariyatmoko, yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, membenarkan adanya gempa tersebut. Menurut dia, gempa berpusat di 2,62 Lintang Selatan dan 127,70 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dibawah laut. ‘’Gempa ini tidak menimbulkan gelombang pasang atau lebih dikenal dengan tsunami,” terang dia.

Menurut Kustoro, pusat gempa berada di 69 km barat laut Piru, 126 km timur laut Kabupaten Buru Selatan. Kekuatan gempa di Kota Ambon III MMI, sedangkan Namlea IV MMI. Kekuatanya sekitar 5.8 SR. tidak menimbulakan tsunami,” jelas Kustoro, kemarin.

Dikatakan, gempa tersebut tidak menimbulkan adanya kerusakan yang berarti. “Belum ada laporan kerusakan atas gempa yang terjadi. Dan memang tidak ada,”ucapnya.

Kustoro menambahkan, Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yakni Pasifik, Indo Australia dan Eurasia. Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan. “Daerah-daerah rawan gempa di Maluku, di antaranya wilayah bagian tenggara, Pulau Ambon, Seram dan Buru. Sedangkan pusat patahan di antaranya berada di Laut Ambon dan Seram Bagian Barat,” tambahnya.

Sebelumnya pada Senin (30/3), terjadi gempa tektonik dengan kekuatan sekitar 3,5 SR, yang berpusat dikedalam 10 kilometer laut Ambon, tepatnya di laut Latuhalat dan berada di 3.91 Lintang Selatan-128.12 Bujur Timur.(AHA)

Most Popular

To Top