Antisipasi Penimbunan Sembako – Ambon Ekspres
Amboina

Antisipasi Penimbunan Sembako

Disperindag Didesak Lakukan Pengawasan Ketat

AMBON, AE.—Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota  Ambon, diminta serius menyidak distributor untuk memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako).Hal ini terkait menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah menyeret naiknya sejumlah harga sembako, utamanya harga beras.

“Disperindag Kota Ambon  harus serius mengawasi pergerakan para spekulan yang disinyalir mulai melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok dan komoditi di pasar-pasar tradisional Kota Ambon,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jusuf Latumeten, Senin (6/4).

Menurut Latumeten, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, baru sebatas wacana kenaikan BBM saja, harga barang sudah menggila. Komoditi seperti daging ayam, daging sapi, telur, beras serta minyak goreng naik drastis di pasaran.

“Sebelum BBM naik, harga barang sudah naik duluan. Sekarang, harga BBM sudah resmi dinaikan pemerintah, pergolakan harga barang makin tak terkendali,”terangnya.
Dirinya mengaku khawatir dengan ulah spekulan yang menimbun barang, khususnya kebutuhan pokok dan komoditi. Karena berdampak kepada harga yang melambung tinggi.

Untuk itu, kata politisi Partai Demokrat ini,  untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang-barang tersebut, Disperindag Kota Ambon agar melakukan pengawasan serta pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional yang ada di Ambon.

Dengan pemantauan langsung ke lapangan, bertujuan untuk menutup celah para spekulan memainkan harga pasar.Selain itu, kepada para distributor dan pedagang untuk tidak menaikan harga sesuka hati mereka.
Sementara di tempat terpisah, petugas Sistim Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Disperindag Provinsi Maluku, Hermawan mengaku, hasil pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern yang dilakukan masih bertahan dengan harga sebelum kenaikan harga BBM.

“Kami juga melakukan sidak ke gudang-gudang distributor untuk mencegah penimbunan sembako.  Untuk pengawasan harga dan stok sembako di pasar tradisional yang ada di kabupaten akan dilakukan disperindag setempat.Provinsi hanya menerima laporan saja,”tuturnya. (ISL)

Most Popular

To Top