Harus Ada Langkah Baru dari GMGM – Ambon Ekspres
Pendidikan

Harus Ada Langkah Baru dari GMGM

Membangkitkan minat baca dikalangan masyarakat tidak mudah. Diperlukan proses yang memakan waktu, karena ini terkait perubahan kebiasaan seseorang. Demikian ungkap salah satu dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Muhammad Jais Patty.

Menurut dia, kegemaran membaca berkaitan erat dengan hobi. Kalau seseorang memiliki hobi membaca, sudah tentu dia akan gemar membaca. Kalau bukan hobi, maka sulit baginya untuk membaca. “Gemar membaca tidak bisa dipaksakan, karena ini juga terkait hobi,” ujar Patty.

Membaca tidak hanya menjadi kebutuhan pelajar dan mahasiswa saja, tapi menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Dengan membaca pengetahuan seseorang akan bertambah.
“Membaca bukan hanya kebutuhan suatu komunitas saja, melainkan kebutuhan semua orang. Karena pada dasarnya, semua orang membutuhkan informasi, baik yang sifatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maupun perkembangan keadaan suatu daerah atau negara yang terkini,” terangnya.

Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) yang diluncurkan Koran Ambon Ekspres dan Pemerintah Provinsi, katanya, patut diapresiasi karena mengajak masyarakat untuk gemar membaca. “Ini akan membuat sebuah budaya baru ditengah masyarakat Maluku. Gemar membaca,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, gerakan tersebut jangan hanya sebatas program, tapi harus menjadi sebuah langkah nyata bagi perubahan budaya positif di tengah masyarakat Maluku yang dapat meningkatkan sumberdaya manusia (SDM). “Kita, semua masyarakat, harus mensuport program ini,” tuturnya.

Upaya mensuport gerakan tersebut, katanya, dapat dilakukan dengan pembentukan kelompok atau komunitas baca. Hal tersebut bisa dilakukan dilingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan.
Komunitas baca tersebut, jelasnya, perlahan akan mampu menumbuhkan minat baca karena akan menghilangkan rasa bosan terhadap seseorang yang tidak memiliki hobi membaca.

“Kalau ada komunitas tentu saja ada kegiatan. Kegiatannya tidak ansih membaca. Misalnya salah satu kegiatannya adalah beda buku. Ini akan membuat orang tertarik untuk membaca,” paparnya sambil member contoh.
Selain itu, katanya, penyediaan fasilitas dan sarana membaca di tengah masyarakat sangat penting.

Misalnya perpustakaan keliling. Hanya saja, tambahnya, buku yang disediakan adalah buku terbaru. Jangan buku yang telah usang.
“Biasanya buku yang tersedia adalah buku edisi lama. Ini juga salah satu faktor yang membuat kita selalu ketinggalan dengan provinsi lain, yang selalu meng-up-grade buku-buku edisi terbaru,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top