Tawainella Mengaku Sudah Laksanakan Tugas – Hacked by TryDee
Lintas Pulau

Tawainella Mengaku Sudah Laksanakan Tugas

Terkait Pilraja Tulehu

AMBON, AE—Pejabat NegerI Tulehu Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Alibaba Tawainella menandaskan, tudingan tidak melakukan persiapan untuk pemilihan raja definitif padanya tidak benar. Kata dia, sejak dilantik 2014, dia langsung menggelar rapat dengan masyarakat setempat.

“Setelah saya dilantik 4 Juni 2014 oleh pemerintah daerah Malteng, maka pada 10 Juni 2014 saya melakukan pertemuan dengan para kepala dusun (kampung), tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Negeri Tulehu untuk mendengarkan saran masukan,” tulis Tawainella dalam surat klarifikasinya yang diterima Redaksi Ambon Ekspres, Senin (6/4).

Sebelumnya di koran ini, Selasa (1/4), dua warga Tulehu, yakni Ali Umarella dan Yahya Lestaluhu mengatakan, pejabat Negeri Tulehu belum mengambil langkah apapun terkait persiapan pilraja definitif. Bahkan mereka mengancam akan memboikot kantor pemerintahan Negeri Tulehu.

Tawainella melanjutkan, pada 9 Juni 2014 telah dilakukan pertemuan dengan Badan Saniri Negeri Tulehu di kantor pemerintah Negeri Tulehu guna membicarakan persiapan proses pilraja definitif. Kemudian dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan imam masjid dan staf penghulu dari 14 dusun.

“Dan karena tugas pejabat adalah mempersiapkan proses raja definitif maka pada 29 Agustus 2014 saya mengundang perwakilan dari matarumah/keturunan masing-masing bapak Abdul kadir Ohorella dan bapak Asri Ohorella selalu tertua untuk segera memediasi musyawarah matarumah,” paparnya.

Diuraikan, dalam perjalanan dari Agustus sampai Oktober dari matarumah belum melakukan musyawarah. Kemudian 24 Oktober dirinya mengundang semua anak cucu dari keluarga matarumah/keturunan Ohorella Bangsa Roho di kantor Negeri Tulehu untuk segera melaksanakan musyawarah matarumah/keturunan.

‘’Dan pada 30 Maret 2015 secara resmi saya menyurati matarumah/keturunan Ohorella Bangsa Roho dengan tembusan kepada unsur Muspika Salahutu (camat, kapolsek dan danramil) dan Saniri Negeri Tulehu guna segera melaksanakan musyawarah matarumah/ keturunan untuk mendapatkan bakal calon yang nanti disampaikan kepada panitia seleksi yang sudah dibentuk oleh Badan Saniri Negeri Tulehu untuk selanjutnya dilaksanakan seleksi administrasi sekaligus uji publik,” katanya.

Menurut dia, apa yang dikemukakan Ali Umarella dan Yahya Lestaluhu merupakan kamuflase semata. Lembaga yang digunakan yakni Lembaga Advokasi Masyarakat Adat Negeri Tulehu, kata Tawainella juga adalah bagian dari pembohongan publik. Di Negeri Tulehu, lanjutnya, tidak pernah membentuk lembaga advokasi masyarakat. Apalagi mengangkat Ali sebagai ketua timnya dan juga selaku tokoh adat.

“Ali Umarella mengangkat dirinya sebagai ketua tim advokasi masyarakat adat Tulehu. Ini kan lucu. SK pengangkatannya dari mana ?” tanya Tawainella.
Soal ancaman pemboikotan kantor pemerintahan Negeri Tulehu dalam waktu dekat, dia mengaku siap menghadapinya.

”Saya selaku penjabat kepala pemerintah Negeri Tulehu dan juga selaku anak negeri siap dengan kekuatan untuk menghadapi ancaman mereka,” demikian Tawainella.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!