Anggota TNI Ditembak Mati – Ambon Ekspres
Trending

Anggota TNI Ditembak Mati

10 Orang Sudah Diperiksa Polisi

MASOHI, AE— Masih beredarnya senjata api secara illegal di tangan warga sipil, tak hanya membahayakan warga lainnya, namun juga aparat keaman. Prajurit kepala Sardiawan anggota Satgas-BKO Armed Yonif 13/1/Kostrad yang bertugas di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, tewas  ditembak orang tak dikenal(OTK) di negeri Tananahu, Kecamatan Teluk Elpaputih.

Belum diketahui apa motif penembakan tersebut. Sampai kemarin, pihak TNI maupun polisi masih terus menyelidiki siapa pelaku dan apa motifnya. Korban tewas sekira pukul 01.00 wit, dini hari, Selasa,(7/4) dengan luka tembak pada bahu kanan tembus pinggul kiri serta mengalami memar di bagian wajah.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, ada indikasi penganiayaan sebelum korban di tembak hingga tewas. Ini Nampak dari beberapa bagian tubuh korban mengalami memar terutama di wajahnya.

Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Wiyarto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, korban lebih banyak mengalami memar dibagian wajah dan terkenah tembak pada bahu kanan tembus pinggul kiri. “Korban lebih banyak luka memar, dan luka tembak,” jelas Pangdam kepada Ambon Ekspres ketika kunjungan ke Markas Komando 731 Kabaressi, Waipo.

Pemicu tewasnya Praka Sardiawan akibat minuman keras, namun orang nomor satu di jajaran TNI di Maluku itu tidak menjelaskan secara rinci siapa yang menkonsumsi minuman keras, korban atau pelaku ketika digelarnya acara pesta ulang tahun di negeri setempat.

“Pemicunya minuman keras, makanya saya tegaskan bagi anggota jangan coba-coba konsumsi miras akan saya ambil tindakan keras,” tegas Pagdam.

Sejumlah barang bukti yakni sebanyak tiga buah selonsong peluru juga telah diamankan aparat untuk diteliti. Selonsong peluru tersebut ditemukan tidak jauh atau sekira 30 meter dari tempat tergeletaknya korban.

Sementara ini sudah lima orang saksi dari warga setempat tengah diamankan aparat kepolisian untuk dimintai keterangan. “Semua barang bukti sudah diamankan termasuk lima orang saksi juga akan dimintai keterangan, siapapun yang mendengar apalagi melihat akan kita mintai keterangan,” jelasnya.

Untuk itu, Pangdam berharap agar masyarakat setempat dapat menyampaikan informasi secara jujur sehigga tidak menyulitkan aparat keamanan dalam mencari pelaku. “Saya harap siapa saja yang ada disitu segera menyampaikan informasi secara jujur dari pada menyulitkan aparat, itu tidak baik,” tegasnya.

Informasi dari masyarakat kata Pangdam sangat penting sehingga aksi tersebut akan diserahkan sesuai hukum yang berlaku. “Saya senang kalau masyarakat jujur dengan begitu kita persuasif, proaktif tapi kalau mereka melarikan diri, menghindar apalagi berbohong atau sengaja menyulitkan aparat, itu tidak baik,” tegas Pangdam.

Peristiwa penembakan tersebut bersamaan dengan kunjungan kerja Pangdam dan Danrem ke Kodim 1502/Masohi. Usai bertatap muka di Kodim 1502/Masohi, Pangdam beserta seluruh Forum Koordinasi Pemerintah Daerah langsung menuju Puskesmas Sahulauw serta tempat kejadian perkara yakni Desa Tananahu setelah itu korban langsung dibawa ke Ambon menggunakan mobil Ambulance milik TNI .

“Untuk di visum setelah itu kita terbangkan ke Kesatuannya dan dipulangkan ke kampung halamannya di Gorontalo,” tutupnya.

Sampai tadi malam, polisi sudah memeriksa 10 orang warga sebagai saksi, namun dari keterangan itu, belum ada satu orangpun yang bisa ditetapkan sebagai tersangka. “Belum ada yang mengarah ke tersangka. Mereka semua warga Tananahu,” kata Wakapolres Maluku Tengah, Kompol Sigit Adhi Prasetyo, tadi malam kepada Ambon Ekspres.

Dia mengaku, dari selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian perkara, berasal dari senjata SS1. Hanya saja, kata dia, pihaknya masih meneliti lebih jauh, apa senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban, karena proyektil belum ditemukan. (CR12)

Most Popular

To Top