Tahun Ini, 512 Madrasah Akan Diakreditasi – Ambon Ekspres
Pendidikan

Tahun Ini, 512 Madrasah Akan Diakreditasi

Tahun 2015 ini, sebanyak 512 lembaga atau program pendidikan sekolah/madrasah akan diakreditasi. Lembaga-lembaga ini tersebar hampir disemua kabupaten/kota di Maluku. Dari jumlah ini, 482 sekolah/madrasah dibiayai dengan anggaran dari APBN (Pusat) dan 30 sekolah/madrasah yang dibiayai menggunakan anggaran APBN dari Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.

‘’Diharapkan informasi ini akan diteruskan teristimewa ke sekolah/madrasah yang akan menjadi sasaran akreditasi, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi proses visitasi oleh asesor dalam waktu dekat ini,’’ tandas Ketua Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Maluku Jhon Limba, pada acara Rakor antara BAP Sekolah/Madrasah, UPA Sekolah/Madrasah dan Dinas Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku tahun 2015, yang berlangsung di aula Kantor Dikbud Provinsi Maluku, kemarin.

Menurutnya, bagi BAP Sekolah/Madrasah dan UPA Sekolah/Madrasah, kegiatan ini merupakan kegiatan yang strategis dalam menyukseskan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah Provinsi Maluku tahun 2015.
Dengan demikian, kegiatan ini tentu akan mengalami banyak hambatan baik karena kondisi alam maupun fasilitas yang dibutuhkan, karena itu bantuan semua pihak terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku serta Kanwil Kemenag Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota sangat dibutuhkan.

Dia juga mengaku, tidak lagi menjadi rahasia bahwa hasil akreditasi sekolah/madrasah diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku masih didominasi oleh Predikat C dengan nilai antara 56 sampai 70. Sebab Predikat A dan B masih relatif sedikit, dan itu kebanyakan hanya ada di kota-kota. Sedangkan sekolah/madrasah yang tidak terakreditasi ada lebih dari 20 persen.

‘’Hasil ini sekaligus memberikan gambaran bahwa sekolah/madrasah kita masih jauh dari pemenuhan standar nasional pendidikan, sebagaimana yang ditetapkan dalam PP Nomor 32 tahun 2013 sebagai penyempurnaan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan,’’ tandasnya lagi.

Ketidakterpenuhan standar pendidikan ini terjadi merata disemua kabupaten/kota, mulai dari standar isi sampai dengan standar penilaian. Disinyalir ada berbagai kelemahan yang dialami antara lain validitasi data yang dimiliki tentang daya dukung pencapaian tiap komponen standar serta diagnosa dan resep yang kurang tepat. Selain adanya kelemahan dalam mengatasi masing-masing komponen standar termasuk lemahnya pembinaan ditiap lembaga sekolah/madrasah oleh Kepala Sekolah Madrasah maupun Pengawas.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Hadi Sulaiman yang mewakili Kadis, mengatakan pendidikan sudah menjadi komitmen untuk ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga dengan adanya akreditasi itu dapat memberikan peluang kepada semua dunia pendidikan di Maluku, untuk berlomba dan mencapai hasil yang memuaskan hingga memperoleh predikat akreditasi dari mulai C meningkat ke B dan A.

‘’Akreditasi ini merupakan suatu hal yang perlu perhatian, sebab dari penilaian yang dibuat kenyataannya di Maluku masih banyak sekolah yang belum memadai hingga peran serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, harus ditingkatkan demi menuju kapasitas yang diinginkan,’’ ingatnya.

‘’Kita punya beban moral terhadap perkembangan layanan pendidikan. Untuk itu mesti berjuang dengan profesionalisme yang tinggi agar dunia pendidikan kedepan semakin baik dan tidak lagi memprihatinkan,’’ pungkasnya. (PRO1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!