Tim TNI Turun ke Gunung Botak – Ambon Ekspres
Trending

Tim TNI Turun ke Gunung Botak

AMBON,AE— Aktivitas penambang illegal di gunung botak, Pulau Buru, masih terus berlangsung. Padahal tambang emas itu, beberapa kali telah ditutup oleh pemerintah Provinsi. Penutupan terhadap tambang emas itu dilakukan oleh pemerintah provinsi baik di masa Gubernur Karel Albert Ralahalu, maupun diera Said Assagaff.

Penutupan yang dilakukan oleh pemerintah itu guna menghindari timbulnya masalah, baik itu bahaya bahan kimia, gangguan keamanan hingga pada saling klaim antar masyarakat adat di kawasan tambang itu. TNI AD dilibatkan oleh pemerintah demi menjaga keamanan dan ketertiban serta mengawal lokasi tambang itu dari aktivitas para penambang illegal.

Namun ternyata keterlibatan TNI di lokasi tambang, tidak seperti yang diharapkan. Pasalnya hingga saat ini, aktivitas penambang illegal masih terus terjadi. Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres aktivitas penambang illegal itu mendapat dukungan dari salah satu petinggi TNI, di pulau Buru.

Komandan Korem 151/Binaiya, Kolonel Infanteri Tri Hartanta Nugraha, yang dikonfirmasi terkait adanya infomasi keterlibatan salah satu oknum petinggi TNI di lokasi tambang itu, mengaku belum menerima laporan atas tuduhan maupun keterlibatan oknum tersebut.

Untuk memastikan infomasi atas ketelibatan petinggi TNI, dalam aktivitas warga secara illegal di tambang emas itu, pihaknya telah memerintahkan untuk mengungkap ada tidaknya keterlibatan petinggi TNI yang berpangkat Letkol itu.

“Tadi setelah diberitahukan informasi itu, saya langsung perintahkan anggota untuk mencari tahu kebenaran atas keterlibatan oknum itu. Dan jika terbukti saya akan mengambil langkah tegas terhadap yang bersangkutan,” kata Danrem kepada Ambon Ekspres via telephone selulernya, Selasa siang kemarin.

Atas informasi itu, dia berjanji kedepan akan melakukan pengawasan secara langsung atas kinerja anak buahnya di lokasi tambang emas. “Kami akan awasi mereka dalam melakukan pengamanan di lokasi tambang hingga kedepan tidak ada lagi tuduhan seperti ini. Dan jika ada kami minta supaya segera dibuktikan dan dilaporkan kepada kami biar diproses,” tegasnya.

Terpisah kepala penerangan kodam Kolonel Arh, Hakim Lalhakim, yang ditemui di ruang kerjanya siang kemarin, menegaskan belum menerima informasi adanya keterlibatan sejumlah oknum TNI, di tambang emas Pulau Buru.

Dia juga mengaku, akan segera membentuk tim investigasi guna mengungkap keterlibatan oknum tersebut. “Kami segera menindak lanjuti informasi ini, karena pak pangdam sangat marah. Tugas TNI Untuk melakukan pengamanan bukan di luar tugas yang ada,” cetusnya.
Dia meminta, kepada masyarakat untuk melaporkan tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI di tambang emas itu. Karena jika tidak dilaporkan maka tindakan oknum TNI akan terus terjadi dan itu membuat masyarakat rugi sendiri.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah Maluku Lembaga Pemantau Lingkungan dan Hak Asasi Manusia Alfian Faisal SH, menuding ada keterlibatan oknum perwira TNI di Gunung Botak. “Jangan hanya ulah oknum TNI ini Daerah dan masyarakat Buru akhirnya dirugikan secara ekonomi,” ulas Alfian.

Alfian yang juga adalah aktivitas pemuda Provinsi Maluku mengaku menemukan beberapa fakta mengejutkan sebagai berikut, belum lama ini seorang oknum anggota TNI tewas di areal lobang penambangan karena melakukan aksi penambangan dan bukan menjaga keamanan.
Terakhir, tiga penambang ikut tewas karena aktifitas ilegal serupa. Mereka juga menemukan ada upaya back up aktifitas penambangan ilegal atau menambang dengan kawalan oknum aparat TNI.

Alfian menyampaikan solusi bagi pengelolaan tambang emas di Gunung Botak agar bermanfaat bagi warga Buru, yaitu; agar tata kelola wilayah pertambangan di lakukan secara legal dan sah serta harus diupayakan secepatnya. Daerah justru hanya menanggung beban akibat inflasi ekonomi dan pencemaran lingkungan. (AHA)

Most Popular

To Top