GMKI Demo Polda – Ambon Ekspres
Metro Manise

GMKI Demo Polda

Minta Transparan Soal Penganiayaan

AMBON, AE— Aparat kepolisian dari Polda Maluku, kembali didesak untuk segara menuntaskan kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi kepada warga Desa Morekau, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), belum lama ini. Desakan ini disampikan puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon yang mendatangi Mapolda Maluku, kemarin.

Mahasiwa yang melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Maluku mendesak agar Polda segera terbuka untuk menuntaskan kasus penganiayaan warga oleh oknum anggota Brimob itu. “Kami minta supaya pelaku penganiayaan yang merupakan anggota Brimob itu untuk segara diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena polisi itu merupakan pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Bukan sebagai penindak dan menyakiti hati rakyat,” teriak salah satu pendemo.

Setelah melakukan aksi sekitar setengah jam, pihak Polda akhirnya bersedia menemui para pendemo guna menerima aspirasi mereka. Dihadapan Kabid Humas Polda Maluku AKBP Hasanuddin Mukaddar dan Wadir Intelkam Polda Maluku, AKBP Siharwiyono, pendemo yang diwakilkan Yabes Souhali, mengaku sangat menyesali tindakan yang dilakukan sejumlah oknum Brimob terhadap warga Desa Morekau. “GMKI Cabang Ambon sangat mengecam keras pelaku penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Brimob terhadap salah satu pendeta dan warga Desa Morekau. Untuk itu tidak ada kata lain selain pihak Polda harus segera mengusut tuntas kasus ini,” katanya.

Pelaku penganiayaan, kata Yabes, harus diproses dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena polisi bukan lagi suka seenaknya melakukan tindakan diluar fungsi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. “Kami minta supaya pelaku harus ditindak tegas. Kemudian dalam proses penyelidikan polisi harus terbuka sehingga tidak menimbulkan penilaian buruk bagi pihak kepolisian sendiri,” cetusnya.

Sementara itu, pendemo lainnya, Marvel Titahalawa mendesak Kapolda Brigjen Polisi Murad Ismail melakukan pembinaan terhadap seluruh personil kepolisian yang ada di Maluku sehingga tidak lagi melakukan tindakan yang dapat melukai ataupun menyakiti hati masyarakat Maluku. “Saat ini mungkin terjadi untuk pendeta dan warganya. Tetapi kalau tidak segera dicegah maka kedepan nanti hal itu bisa terjadi kepada yang lain. Oleh karena itu, pembinaan personil penting sehingga kejadian seperti ini tidak perlu terutang kembali,” timpalnya.

AKBP Hasanuddin Mukaddar menjelaskan, setelah insiden itu terjadi, pihaknya langsung mengrimkan tim guna melakukan investigasi dan mencari kebenaran. Bahkan Kasat Brimob Polda Maluku Kombes Polisi Herman Sikumbang juga turut menemui warga Morekau.

“Sementara kasus ini tengah ditangani Propam Polda Maluku termasuk Provos Brimob. Kasus ini sementara dalam penyelidikan,” katanya.
Mantan Kapolres SBT ini, menegaskan, siapaun yang terlibat pasti akan ditindak secara tegas. “Kami selalu terbuka kepada siapapun terutama dalam kasus ini. Pelaku pasti akan kami tindak tegas jika terbukti. Kami tidak akan main soal ini,” terangnya.(AHA)

Most Popular

To Top