Lima Warga Tersangka Penembak Tentara – Ambon Ekspres
Trending

Lima Warga Tersangka Penembak Tentara

Keluarga Minta Jenazah Praka Sardiawan Dimakamkan di Palopo

MASOHI,AE— Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Maluku Tengah, polisi akhirnya menetapkan lima orang sebagai tersangka penganiayaan Praka Sardiawan anggota Satgas BKO Yonif Armed 13/1/Kostrad yang tewas di Negeri Tananahu, Kecamatan Teluk Elpaputih, Maluku Tengah.

Wakapolres Malteng, Kompol Sigit Adhi Prasetyo kepada Ambon Ekspres, Rabu,(8/4) menerangkan, lima orang yang ditetapkan tersebut merupakan warga negeri Tananahu yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap Praka Sandiawan. “Lima orang sudah kita tetapkan jadi tersangka, mereka terlibat mengeroyok terhadap korban Praka Sardiawan,” terang Adhy di Mapolres, Masohi.

Lima orang warga Tananahu yang terlibat mengeroyok korban masing-masing OS alias Oktovianus, DR alias Delvi, YK alias Yosep, LW alias Lukas serta R alias Iky. Sementara lima orang itu dan selanjutnya masih dalam pengembangan penyelidikan,” sebutnya.

Menyoal, jenis senjata apa yang digunakan hingga mengakibatkan tewasnya Praka Sardiawan, Sigit mengatakan, pihaknya memerlukan proyektil peluru. “Masih dalam penyelidikan karena kita butuh proyektil peluru,” singkatnya.

Paska peristiwa tersebut lanjut Adhi, pihaknya kini telah menahan sebanyak 16 warga yang dimintai keterangan. “Sudah 16 orang yangg kita periksa,” katanya.

Sekedar diketahui, Praka Sardiawan tewas ditempat setelah proyektil peluru menembus bahu kanan ke pinggul kiri serta mengalami memar di seluruh bagian wajah. Peristiwa tersebut terjadi saat berlangsungnya acara pesta joget hari ulang tahun di negeri Tananahu sekira pukul 01.00 Wit dini hari kemarin, Selasa(7/4).

Pangdam kepada Ambon Ekspres di Markas Komando 731/Kabaressi menegaskan, pelaku sebaiknya menyerahkan diri dan menyampaikan secara jujur, agar diutamakan langkah persuasif. “Saya harap masyarakat siapa saja yang ada disitu segera menyampaikan informasi secara jujur dari pada menyulitkan aparat itu tidak baik,” tegasnya.

Sementara itu korban Praka Sardiawan setelah diotopsi di RS Tentara Ambon, jenazah selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Palopo, Sulawesi Selatan, pada Rabu 8 April, kemarin. Sebelumnya tersiar kabar kalau jenazah almarhum akan diterbangkan ke kampung halaman istrinya di Gorontalo. Namun, dari pihak orang tua almarhum menginginkan jasad anaknya dimakamkan di Palopo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nyawa korban tidak dapat tertolong karena pendarahan hebat pada luka yang diderita korban.

Peluru menerjang bagian bahu kanan dan tembus hingga punggung kiri. Korban pun meninggal dunia beberapa saat setelah insiden itu terjadi dan tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. “Dia meningal di lokasi kejadian dan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Setelah meninggal korban hanya dibawa ke Puskesmas di Desa Sahuauw,” kata salah seorang warga yang melihat kondisi almarhum.

Diduga, Sardiawan membawa pistol saat menghadiri pesta itu. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan sebuah pistol tak jauh dari lokasi penemuan jenazah, Selasa, (7/4/2015) sekitar tiga kilometer dari Pos Satgas Armed 13/Kostrad. Kini, petugas telah mengamankan senjata tersebut. Namun belum diketahui secara pasti, apakah Praka Sardiawan tertembak peluru dari pistolnya sendiri atau ditembak.

“Kami belum bisa berkomentar apakah korban tewas tertembak atau tidak,” kata Kepala Penerangan Kodam 16 Pattimura Kolonel Inf Hasyim L Hakim di Ambon, Maluku.(CR12/IDR/FMC)

Most Popular

To Top