Perkembangan Ekonomi Maluku Kian Membaik – Ambon Ekspres
Amboina

Perkembangan Ekonomi Maluku Kian Membaik

AMBON, AE.—Ditengah perlambatan ekonomi global maupun nasional pada tahun 2014, perekonomian Provinsi Maluku justeru mampu tumbuh 6,7 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya 5,3 persen atau pun pertumbuhan ekonomi nasional 5,0 persen.

Sedangkan dari sisi permintaan berdasarkan laporan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku, pertumbuhan ekonomi Maluku terutama ditopang oleh komponen konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap domestik bruto (investasi) dengan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku masing-masing sebesar 14,42 persen, 6,00 persen dan 1,10 persen.

Sedangkan komponen-komponen lain yaitu konsumsi nirlaba lembaga non profit yang melayani rumahtangga (LNPRT), ekspor luar negeri dan impor luar negeri memberikan andil sebesar 0,09 persen, 0,66 persen dan 0,77 persen.

Untuk sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh kinerja kategori pertanian, kehutanan dan perikanan, jasa keuangan dan transportasi serta pergudangan dengan andil berturut-turut sebesar 0,68 persen, 0,58 persen dan 0,39 persen. Ini  berbeda saat menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan tahun dasar 2000, dimana pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh sektor utama perdagangan, hotel dan perdagangan (PHR), sektor pertanian dan sektor jasa-jasa.

Kepala Biro Pengembangan Ekonomi dan Investasi Selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Anton Lailossa, mengatakan, untuk perkembangan harga, laju inflasi Provinsi Maluku cenderung membaik dan terkendali, meskipun harus menghadapi tekanan berbagai kebijakan harga yang diambil pemerintah seperti kenaikan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik.

Ia menyampaikan, laju inflasi Provinsi Maluku tahun 2014 tercatat sebesar 7,2 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun sebelumnya 8,8 persen atau pun inflasi nasional 8,4 pesren. Bahkan inflasi Kota Ambon tahun 2014 tercatat lebih rendah lagi yaitu 6,8 persen. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, TPID dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengendalikan inflasi. Tujuan akhir yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka pengembangan sektor riil dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), Pemprov Maluku tambah Lailossa, telah membentuk Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang memiliki tugas dan fungsi sebagai fasilitator atau jembatan antara UMKM dengan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Selain itu, melakukan pembinaan kepada UMKM untuk tidak hanya visible, namun juga menjadi UMKM yang bankable. Disadari,dampak dari program ini adalah meningkatnya penyaluran pembiayaan oleh perbankan kepada UMKM di Maluku.

Mengenai keinginan Pemprov Maluku untuk meningkatkan investasi di daerah ini, maka dalam waktu dekat akan dilaksanakan workshop pengembangan iklim investasi. Secara teknis, melibatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Mereka diharapkan bisa bersinergi dan meningkatkan koordinasi serta membangun kerja sama antar daerah.

Masih mengenai perkembangan dalam bidang perekonomian, yang telah dicapai berdampak pada percepatan penurunan tingkat kemiskinan. Pada 2013 silam, Maluku telah berhasil memperbaiki posisi relative pada tingkat nasional, karena laju penurunan kemiskina. Maluku juga lebih cepat dari laju penurunan kemiskinan secara nasional.

Sedangkan tingkat pengangguran yang telah berhasil diturunkan dari 17,99 persen pada 2004 menjadi 10,51 persen pada 2014. Beberapa program dan kegiatan yang dilakukan oleh TPID Provinsi Maluku dalam rangka pengendalian harga didaerah dengan memperkuat stok kebutuhan pokok masyarakat, antara lain intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian dengan cara perluasan lahan pertanian, khususnya lahan sayur-sayuran.

Manfaat dari program ini adalah dalam waktu lima bulan terakhir di tahun 2014, sayur-sayuran sudah tidak lagi menjadi penyumbang inflasi.

TPID juga fokus ke penyediaan coldstorage yang berfungsi sebagai pengendalian harga ikan di pasar lokal, lebih khusus pada saat adanya faktor cuaca yang kurang bersahabat. Inspeksi ke gudang-gudang untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan operasi pasar (OP) baik beras maupun BBM jika diperlukan, serta melakukan konferensi pers dengan media cetak maupun elektronik untuk membentuk ekspektasi masyarakat terutama menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan. (HIR)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!