Audit Dana Deposito Selesai – Ambon Ekspres
Trending

Audit Dana Deposito Selesai

AMBON,AE— Proses audit dana milik pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur tahun 2006 yang diduga dipindahkan oleh bupati setempat, Abdullah Vanath ke nomor rekening pribadinya, telah selesai dilakukan oleh auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku. Hasilnya telah diserahkan ke BPK Pusat untuk direview. Humas BPK Perwakilan Maluku, Metty kepada Ambon Ekspres mengungkapkan, setelah menerima permintaan audit dari penyidik Direktorat Kriminal Khsusus Polda Maluku, auditor BPK Maluku langsung bergerak, mengaudit pengunaan dana yang saat ini yang menyeret nama bupati kabupaten SBT, Abdullah Vanath dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Ini kan permintaan Polisi, ya jadi sudah selesai diaudit pada bulan Maret dan hasilnya langsung kami kirim ke BPK Pusat untuk direviuw,” ungkap Metty di kantor BPK Perwakilan Maluku, Kamis, (9/4).

Review dilakukan untuk melihat kelengkapan data yang digunakan untuk pengauditan penggunaan dana tersebut dan hasil audit. Bila BPK Pusat menilai, hasil audit telah lengkap, maka akan dikembalikan kepada BPK Maluku untuk selanjutnya diserahkan ke penyidik Polda Maluku. “Tapi, kalau memang masih ada yang kurang, ya akan dilengkapi lagi. Tapi, prinsipnya, kami yakin sudah lengkap. Kita tunggu saja hasil review,” ujar dia.

Metty menegaskan, selama proses audit, tidak ditemui kendala yang berarti. Auditor dapat bekerja dengan cepat, menyelesaikan proses audit. Namun dia mengaku belum dapat membeberkan jumlah kerugian negara berdasarkan hasil audit itu. “Prinsipnya, ini merupakan mekanisme, jadi hasilnya harus dikirim ke pusat. Tentang informasi lain, kami belum dapat berikan, karena masih direview. ‘’Kita tunggu saja,” katanya.

Menyoal kapan BPK Pusat akan mengembalikan hasil audit ke BPK Perwakilan Maluku, lagi-lagi Metty mengaku belum ada informasi resmi terkait itu. BPK Pusat akan memberikan informasi bila telah selesai mereview. Penggiat anti korupsi kabupaten SBT, M Jafar Tukwain berharap BPK tidak lamban dalam memproses berkas kasus tersebut melalui proses audit. BPK Perwakilan Maluku dan BPK Pusat harus bergerak cepat. “Kami menyayangkan kinerja BPK Perwakilan Maluku, karena kami nilai, audit berjalan lamban. Padahal, sesuai informasi, data-data sudah diberikan oleh penyidik Polda sejak beberapa bulan yang lalu,” ungkap Tukwain.

Ketua Aliansi Maluku Bersatu (AMB) ini menegaskan, kasus dana senilai Rp.2,5 milyar ini telah menyedot perhatian dan harapan masyarakat agar segera tuntas. Bila proses hukum berjalan lamban, maka tentu membuat masyarakat kecewa. ‘’Jadi kita minta, BPK bergerak lebih cepat. Sehingga berkasnya bisa dilengkapi oleh penyidik, untuk selanjutnya diserahkan ke jaksa,” harapnya.
(MAN)

Most Popular

To Top