BPJS : Biaya Di Kelas VIP Sesuai Tarif Rumah Sakit – Ambon Ekspres
Amboina

BPJS : Biaya Di Kelas VIP Sesuai Tarif Rumah Sakit

AMBON, AE.—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berkomitmen tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para peserta, terutama terkait tanggung jawab terhadap biaya perawatan peserta di  rumah sakit. Itu akan diberikan, bila selama di rumah sakit, peserta dirawat di ruang yang sesuai kelas peserta di BJPS Kesehatan. Bila peserta dirawat di kelas VIP, maka BPJS tidak  lagi menanggung biaya perawatan, sebab biaya perawatan di kelas VIP  mengikuti tarif  yang ditentukan rumah sakit.

“Untuk peserta BPJS Kesehatan, ada kelas I, II dan kelas III. Kalau di kelas VIP, biayanya sesuai tarif  yang ditentukan pihak rumah sakit,” ungkap Staf Manajemen Pelayanan Rujukan BPJS Kesehatan cabang Ambon, Melly kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (10/4).

Penjelasan Melly ini ketika dikonfirmasi tentang  keluhan salah satu peserta BPJS Kesehatan Ambon, Sangkala Sabola tentang kinerja oknum petugas BPJS Kesehatan di Rumah Sakit dr. J. A. Latumaten (RST), yang berakibat, peserta BPJS Kesehatan tersebut harus membayar belasan juta ketika  istrinya, Ny Saina Mokodompit usai  melahirkan secara sesar di kelas VIP RST.

“Kalau pesertannya nggak puas, saya bisa pertemukan dengan petugas  BPJS Kesehatan di  RST , biar diperlihatkan daftar tarif  VIP RST. Memang ada itu. Kalau sudah naik  kelas VIP, berarti pakai tarif  rumah sakit,” katanya.
Dikatakan, beda halnya kalau peserta dirawat di kelas I, II atau III,  biaya  tarifnya kelas II kemudian ke kelas I itu tarif  BPJS kelas I dikurangkan dengan tarif  kelas II.

Tapi kalau naik ke VIP, itu memang tarif  rumah sakit, dikurangi kelas pasien ini. “Misalnya, kelas pasien ini adalah kalau kelas II, berarti dikurangi tarif  BPJS kelas II.  Tarif VIP  ditentukan oleh  masing-masing rumah sakit. Seperti RST, kan punya satuan  sendiri, kan yang punya adalah Angkatan Darat, berarti satuannya sendiri yang urus  (tentukan) tarifnya. Kalau di RSUD Haulussy, tarif  VIP nya ditentukan pemda, begitu juga yang lain,” terang Melly.

Sebelumnya, Sangkala Sabola, peserta BPJS Kesehatan cabang Ambon ini  kepada Ambon Ekspres mengungkapkan kinerja  oknum petugas BPJS Unit RST  yang berakibat, Sangkala   menanggung rugi belasan juta dan merasa percuma menjadi anggota BPJS. Sangkala mengatakan, hal itu terjadi ketika  istrinya, Ny Saina Mokodompit masuk RST pada 24 Desember 2014 untuk melahirkan secara sesar. Saat masuk RS, dirinya menyerahkan keanggotaan BPJS kelas 1 dan oleh petugas istrinya ditempatkan di bangsal kelas 1.

Karena sudah penuh, Sangkala sengaja pindah ke VIP dengan biaya Rp 600 ribu per hari, sementara kelas 1 yang dijamin BPJS hanya Rp 200-an ribu. “Jadi saya siap bayar selisihnya sekira Rp 400 ribuan per hari,” sebut Sangkala.

Setelah melahirkan dan hendak pulang, dirinya disodorkan dana sebesar Rp. 21,79 juta sementara BPJS hanya menanggung Rp 3,034 juta. “Tentu sebagai peserta BPJS saya kecewa. Saya cek ke semua teman-teman peserta BPJS semuanya gratis. Kok saya harus membayar sebanyak Rp 18,75 juta. Percuma dong saya jadi peserta BPJS,” katanya. (MAN)

Most Popular

To Top