Jesiqa Perbiasakan Siswa Hidup Bersih – Ambon Ekspres
Pendidikan

Jesiqa Perbiasakan Siswa Hidup Bersih

Sudah setahun belakangan ini, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Ambon mencanangkan program Jesiqa. Program tersebut mengajak siswa madrasah tersebut untuk hidup bersih.
Jesiqa atau Jumat bersih, infaq dan sadaqah tersebut bukan hanya mengajak siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tapi lebih dari itu, mengajak siswa madrasah tersebut untuk peka terhadap keadaan dan kondisi sesama.

Sehingga menurut Kepala MTs Negeri Batumerah, Kusnadi Hi. Umar, Jesiqa mengajarkan siswa untuk bersih secara utuh, baik bersih fisik maupun rohani. “Program ini sudah kami canangkan hampir setahun ini,” katanya.
Lanjut Kusnadi, Jesiqa merupakan tindaklanjut dari materi pembelajaran di madrasah yang terdiri dari kurikulum sekolah umum dan kurikulum agama.

Dia juga mengatakan, Jesica sangat penting dilaksanakan untuk membiasakan siswa hidup bersih, berinfaq dan bersedeqah. Kalau dibiasakan sejak dini, maka kebiasaan tersebut akan tertanam hingga dewasa dan terimplementasi dengan baik di tengah masyarakat.

“Program ini merupakan tindak lanjut atau action dari proses pembelajaran di kelas. Kita mengajarkan anak hidup sehat, implementasinya jumat bersih. Kita mengajarkan anak untuk berinfaq dan bersedekah, ini juga implementasinya. Sehingga anak bukan hanya bisa mengetahui teori, tapi langsung memperatekkannya dalam kehidupan,” terangnya.

Dia menerangkan, selain melakukan bersih sekolah, pada jumat pagi, pihak sekolah menyediakan kotak amal. Tidak ada paksaan atau jumlah yang harus diberikan, karena pada dasarnya infaq dan sadaqah pada program Jesiqa tersebut menggugah kerelaan.

“Tidak ada ketentuan jumlah. Semua atas dasar kerelaan, karena dasarnya kami hanya mau memanfaatkan uang koin yang biasa dibiarkan oleh masyarakat di rumah. Jadi, Rp 100 juga bisa,” ujarnya.
Uang yang terkempul tersebut setiap minggunya dilaporkan dan ditempel pada papan informasi di madrasah tersebut. Sehingga jumlah dan pamanfaatannya bersifat transparan.

Pemanfaatan dana tersebut, katanya, biasanya untuk membantu siswa maupun guru yang terkena musibah, sakit atau ada keluarga yang meninggal.

“Setiap minggu ada laporannya. Yang terkumpul minggu ini berapa? Dan jumlah keseleluruhannya berapa? Dan penggunaanya untuk apa? Semuanya lengkap dilaporkan dan ditempeldi papan informasi,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!