Kebutuhan Air Bersih Terus Meningkat – Ambon Ekspres
Amboina

Kebutuhan Air Bersih Terus Meningkat

Kebutuhan air bersih masyarakat di Kota Ambon tiap tahunnya terus bertambah. Penambahan ini tidak sebanding dengan ketersediaan air yang ada sekarang.

Bertambahnya kebutuhan akan air bersih ini, kata Sekretaris Kota (Sekot) Ambon Anthony Gustav Latuheru, bukan hanya dipengaruhi bertambahnya jumlah penduduk, tapi juga akibat bertambahnya kebutuhan semua masyarakat.

“Dalam empat tahun terakhir ini kebutuhan air bersih di Kota Ambon mengalami peningkatan pada kisaran 4 sampai 8 persen per tahun,” ujar Latuheru beberapa waktu lalu.
Selain itu juga diperhadapkan dengan pertambahan kawasan resapan air menjadi pemukiman. Dimana kawasan resapan air itu menjadi berkurang, dimana debit air ketika musim panas pada sungai-sungai utama yang menjadi sumber mata air menjadi kering.

“Kondisi ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi  kita bersama agar tidak terjadi krisis air di masa mendatang,” ujarnya saat memberikan materi dalam seminar yang diikuti oleh unsur akademisi Unpatti, LIPI Ambon, PDAM dan stakeholders lainnya. Acaranya berlangsung selam sehari di Lantai 6 Hotel Marina, Ambon.

Sebagai kota di pulau yang kecil, jelas dia, pengelolaan air yang berkelanjutan mesti menjadi kebutuhan bersama. Pengelolaan air bersih yang berkelanjutan tidak saja memikirkan jumlah air yang selalu tersedia tetapi, upaya ketersediaan air selalu dapat memenuhi kebutuhan semua makhluk baik saat ini maupun akan datang.

“Sumber air bersih Kota Ambon yang semuanya berasal dari alam, baik air permukaan sungai, sumur dangkal, maupun sumur dalam atau air bawah tanah dan itu harus dijaga kelestariannya agar suplay air terjaga untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, saat ini penduduk Kota Ambon tidak merasa asing dengan pengelolaan air yang berkelanjutan meskipun seringkali tidak dijalankan dengan baik dan benar. Penduduk telah mendapatkan jasa lingkungan alam berupa air bersih yang cukup untuk  memenuhi kebutuhan harian.

“Imbal jasa lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya untuk membayar kembali ke alam agar tetap terjaga kelestariannya terhadap manfaat yang kita terima,” akuinya.
Dengan begitu, ketersediaan air bersih yang cukup dari sumber alami bagi masyarakat  Kota Ambon akan tetap terjaga dan berkelanjutan jika diikuti dengan pemeliharaan terhadap keberlangsungan suplay sumber airnya.

“Pemeliharaan terhadap keberlangsungan suplay air dapat dilakukan ketika pengguna membayar kembali dengan mendapat  manfaat jasa lingkungan alam yang diterimanya itu. Inilah yang dikenal sebagai imbal jasa lingkungan terhadap pengelolaan air,’’ paparnya.

Dia mengakui, sejak tahun 2014, Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan tim Pusat Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Manajemen (P3M), Falkutas Ekonmi dan Bisnis Universitas Khatolik (UNIKA) Sogijapranata, Semarang, melakukan penelitian mengenai pengelolaan air bersih yang berkelanjutan dengan fokus kepada Imbal jasa lingkungan yang dapat diterapkan di Kota Ambon.

“Selaku pemerintah dan masyarakat Kota Ambon, kami  memberikan apresiasi dan berterima kasih atas penelitian ini dalam upaya mendorong dan menjamin pengelolaan air yang berkelanjutan di Kota Ambon,” harapnya. (PRO2)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!