Penjelasan Ilmiah Aksi Mobil Terjun di Furious 7 – Ambon Ekspres
Coffe Break

Penjelasan Ilmiah Aksi Mobil Terjun di Furious 7

Jika Anda sudah menonton Fast and Furious 7 pastinya Anda telah mengetahui berbagai aksi mengagumkan Toretto dan timnya, mulai dari melompat dari menara ke menara lain di kompleks Etihad Building, Abu Dhabi menggunakan mobil, bahkan terjun dari pesawat bersama mobil. Namun apa aksi tersebut memang dapat dilakukan di dunia nyata? Beberapa ahli fisika mencoba untuk menjelaskan kemungkinan aksi tersebut bisa dilakukan dengan menghitung gaya dan kecepatannya.

Aksi Toretto dan aktor lainnya saat terjun dari pesawat dikomentari oleh doktor fisika dari Stanford University dan peneliti Pusat Kosmologi Serta Fisika Partikel, Matthew Kleban. Aksi tersebut terlihat saat enam mobil yang ada penumpang di dalamnya keluar dari pesawat dengan ketinggian 3,1 kilometer terjun menggunakan parasut yang ketika sampai daratan langsung melaju.

Aksi tersebut sangatlah mungkin terjadi seperti yang diberitakan Los Angeles Times, Minggu (4/4), Kleban mengatakan jika tak ada alasan secara fisika untuk mengatakan aksi itu mustahil untuk dilakukan. Ia berkata,

“Anda perlu perlengkapan terbaik, anda perlu melakukan semuanya dengan tepat, dan mendarat pada tempat yang benar, tak ada alasan mobil tak bisa terjun dengan parasut dan tetap melaju setelah mendarat.” Untuk memungkinkan aksi itu dapat dilakukan di dunia nyata, Parasut yang digunakan harus sangat baik dan kuat.

Untuk kecepatan vertikal nantinya akan memungkinkan untuk dikonversi menjadi kecepatan horinsontal. Sementara Profesor fisika di Pierce College, Lee Loveridge menjelaskan jika aksi yang paling mungkin bisa dilakukan di kehidupan nyata dalam film itu adalah saat melompat dari menara ke menara lain saat di Etihad Tower. Menara Etihad sendiri memiliki lima menara, dari menara tertinggi 306 meter dan 217 meter untuk yang paling rendah.

Mobil yang digunakan untuk melompat dari gedung tersebut adalah mobil yang berharga 3,4 juta dollar AS, Lykan Hypersport. Aksi dalam film itu terlihat saat melompat dari menara yang tertinggi, menara 2 memecah jendela dan membuat keributan pesta kemudian berputar dan melompat kembali ke menara 3, yang sedang dalam pembangunan.

Rem mobil tersebut tidak berfungsi hingga kembali turun ke menara paling rendah, 4 dan 5, yang kemudian berakhir merusak beberapa koleksi saat memasuki galeri seni. Loveridge mengatakan jika mobil yang digunakan itu memiliki bobot sekitar 1362 kilogram, dengan jarak antara menara sekitar 45 meter dengan begitu 2 sampai 4 lantai mobil tersebut akan terjun ke menara lainnya. Ia mengatakan, “Untuk terjun 4 lantai, mobil harus bergerak dengan sudut 35 derajat ketika menghantam jendela gedung.

Namun, dalam film, sepertinya sudutnya hanya 12 derajat. Jika itu yang terjadi, Anda akan melihat bagian belakang jatuh sebelum sampai lantai gedung.” Seperti dilansir Vulture.com, Senin (6/4) Loveridge menambahkan, “Jika mobil hanya terjun 2 lantai,sudut saat mendarat adalah 18 derajat, lebih dekat dengan 12 derajat. Ini masih berada dalam rentang kesalahan perhitungan.

“Terjun empat lantai membutuhkan waktu 1,6 detik, sementara terjun 2 lantai membutuhkan waktu 1,1 detik. Untuk melompat 150 kaki (45 meter), mobil harus bisa bergerak 70 mil/jam kalau terjun 4 lantai dan 100 mil per/jam kalau 2 lantai,” Imbuhnya. 70 mil per jam setara dengan 120 km/jam sementara 100 mil per jam setara dengan 160 km/jam. Dengan begitu Loverid menjelaskan, “Dua kecepatan itu jelas bisa dicapai oleh mobil tersebut (Lyken HyperSport).

” Untuk mencapai kecepatan tersebut harusnya mobil bergerak lebih dahulu dan memerlukan beberapa menit. “Mereka bilang bisa naik dari 0 ke 60 dalam 3 menit,” kata Loveridge.
Ia lebih detail menjelaskan, “Yang tak jelas adalah percepatannya. Jika percepatannya konstan, Anda perlu 300 kaki (91.5 meter) guna mencapai kecepatan 100 mil/jam dari kondisi diam. Itu saja membutuhkan gedung dengan lebar 300 kaki.”

Ia menambahkan, “Kalau kita menguadratkan percepatan dengan rentang jarak gedung 150 kaki, perlu 750 kaki (228 meter) untuk mencapai kecepatan 100 mil/jam, untuk terjun 2 lantai. Itu berarti Anda butuh gedung selebar 750 kaki. Saya kira gedungnya tak selebar itu.

“Nah, sekarang, untuk terjun 4 lantai, dengan penguadratan konstan, anda butuh 275 kaki (84 meter). Besar, tapi lebih mungkin. Di samping itu, dia tak mulai dari keadaan diam,” tutup Loveridge. Kesimpulannya menjelaskan jika sebagian aksi di film Fast and Furious 7 memang kemungkinan dapat terjadi namun dengan kondisi tertentu. Namun untuk menirukan hal itu di dunia nyata, sebaiknya Anda memikirkan keselamatan Anda. (IS)

Most Popular

To Top