Disbudpar Malteng Serius Gali Potensi Wisata Lokal – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Disbudpar Malteng Serius Gali Potensi Wisata Lokal

HINGGA sekarang, keberadaan potensi wisata alam di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) belum banyak diketahui publik. Hal itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malteng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Malteng melirik dan tertarik mengembangkan potensi wisata lokal menjadi destinasi pariwisata di kabupaten ini.

“Kalau nanti kita kelola dengan baik, potensi wisata alam yang ada di Malteng, tentu saja hasilnya tak akan kalah dengan wisata pantai yang ada di Bali,”kata Kepala Disbudpar Malteng, Nova Anakotta, kepada Ambon Ekspres, pekan lalu.

Anakotta mengatakan,nantinya pengelolaan potensi wisata lokal ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.Melainkan turut serta melibatkan seluruh warga masyarakat di sekitar lokasi wisata.Tidak hanya potensi wisata alam yang digarap oleh Disbudpar Malteng, melainkan wisata sejarah juga menjadi perhatian. Hal itu mengingat banyaknya peninggalan sejarah yang berada di Malteng.

“Di Kabupaten Malteng banyak peninggalan sejarah berupa benteng dan lainnya. Potensi yang ada akan kami kembangkan,”ujarnya. Selain itu, pengembangan yang sedang dilakukan Disbudpar Malteng yakni bagaimana memberdayakan masyarakat disekitar lokasi wisata sejarah. Seperti di daerah lain, pemerintah setempat memfasilitasi masyarakat sekitar untuk berjualan aneka souvenir khas tempat tersebut. “ini sudah masuk dalam program Disbudpar Malteng dan mudah-mudahan bisa dikembangkan,”tegasnya.

Kedepannya,Anakotta berharap selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas, juga berencana membangun sejumlah tempat-tempat yang harus menjadi icon wisata di Malteng, paling tidak tempat peristirahatan sehingga orang yang datang itu gampang dan bisa beristirahat untuk menatap keindahan sejumlah tempat wisata di Malteng seperti di Pulau Banda dan Pantai Ora.

“Memang, saat ini sedikit mengalami keterlambatan, tapi kita tetap akan berupaya untuk memajukan potensi wisata yang ada. Salah satu yang menjadi kendala saat ini adalah moda transportasi yang jaraknya sangat jauh dari ibukota,” katanya.  (HIR)

Most Popular

To Top