Pangdam Minta Warga Kurangi Miras – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pangdam Minta Warga Kurangi Miras

AMBON, AE—Minuman keras (miras), merupakan salah satu penyebab timbulnya konflik antar masyarakat. Hal itu terjadi hampir diseluruh pelosok Indonesia, terlebih Maluku. Untuk itulah Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Wiyarto meminta warga Maluku agar mengurangi konsumsi miras. “Miras menjadi permasalahan kita bersama. Minuman itu memang tidak bisa kita hapus tetapi paling tidak minimal dikurangi,” kata Pangdam  kepada wartawan usai memimpin upacara penutupan pendidikan Tamtama di lapangan Rindam Suli, Kabupaten Maluku Tengah, akhir pekan lalu.

Menurut dia, hampir seluruh daerah di Indonesia, warganya mengkonsumsi miras. Tapi tidak sampai bentrok. Sementara di Maluku, setiap mengkonsumsi miras, pasti terjadi keributan. Apalagi, lanjut dia, hal itu kerapkali terjadi ditempat-tempat keramaian.

“Hampir semua kejadian berawal dari miras. Saya sudah turun ke mana-mana. Di NTT dan Sumatera Utara, mereka semuan minum miras tetapi tidak pernah menimbulkan keributan,” ujarnya.
Olehnya itu, semua lapisan masyarakat bersama-sama TNI-Polri diharapkan bisa memberantas peredaran miras.

Pangdam juga menekankan kepada prajuritnya agar tidak konsumsi miras. Bila teridentifikasi anggota menggunakan miras, akan ditindak tegas. “Kita bersama-sama diingatkan untuk kurangi. Saya tidak keras. Saya mulai dari prajurit saya. Kalau prajurit saya ada kedapatan yang mabuk itu maka akan saya tindak keras. Siapapun dia. Jadi bagi prajurit jangan coba-coba,” tegasnya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar berangsur-angsur mengkurangi konsumsi miras. ‘’Kalau minum jangan membuat kacau. Karena kalau saya larang tidak mungkin. Kalau minum jangan menimbulkan masalah. Kalau perlu kasih tahu kami mau minum nanti dijaga. Saya jagain dari pada ribut di mana-mana. Saya akan senang,” kuncinya.

Sementara itu, Pangdam melantik 189 dari 191 prajurit siswa Tamtama yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan secata TNI AD. Peristiwa pelantikan itu, kata Pangdam, bagi seorang prajurit baru merupakan momen yang sangat penting dan bersejarah.

“Pendidikan yang berhasil kalian tempuh, memang bukan merupakan suatu pendidikan yang ringan. Hanya orang-orang yang mempunyai ketahanan fisik yang kuat, semangat, kemauan, motivasi, ketekunan dan keuletan serta berdisiplin tinnggi yang mampu menyelesaikan pendidikan pembentukan ini dengan baik dan berhasil,” katanya.

Namun demikian, kata dia, sadarilah bahwa tentangan dan tuntutan tugas TNI AD ke depan semakin berat dan kompleks. Ini sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga sangat membutuhkan prajurit yang benar-benar memahami dan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan serta teknologi.

“Menjadi prajurit TNI AD merupakan kebanggan keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Namun jangan lupa bahwa mulai saat ini kalian telah diikat oleh aturan hukum, baik hukum yang berlaku sebagai warga negara biasa maupun aturan khusus bagi prajurit TNI,” tandasnya.(AHA)

Most Popular

To Top