Jusuf Rumatoras Jadi Tersangka – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Jusuf Rumatoras Jadi Tersangka

AMBON,AE— Direktur PT Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kredit macet di Bank Maluku tahun 2007. Rumatoras ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Demikian disampaikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini kemarin. Ditetapkannya Rumatoras sebagai tersangka, setelah penyidik menemukan dua alat bukti. Palapia tidak menjelaskan secara rinci apa dua bukti tersebut.

”Bukti tersebut telah memenuhi persyaratan formil untuk menetapkan Rumatoras sebagai tersangka,” terangnya. Ditanya soal kapan diperiksa, Palapia mengatakan, belum mengetahui secara pasti waktu pemeriksaan dilakukan, hanya saja palapia memastikan tersangka akan diperiksa dalam waktu dekat.

“Nanti kita lihat saja, sudah pasti dia (tersangka) akan segera diperiksa,” tegasnya. Jadi, lanjut Palapia, secara keseluruhan, sudah 4 tersangka yang dijerat oleh korps Adhyaksa Maluku dalam mengungkap kasus kredit macet.
“Jadi sudah empat tersangka diantaranya, Matheos Matitaputty, Erik Matitaputty, Markus Panggohoy dan Yusuf Rumatoras,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui,  kasus ini bermula  sejak  tahun 2007 lalu. Saat itu, Bank Maluku memberikan kredit kepada PT Nusa Ina Pratama sebesar Rp 4 miliar. Sebelum selesai jatuh tempo, pihak bank kembali mencairkan kredit ke perusahaan itu lagi. Tahun 2009, bank kembali menyalurkan kredit ke Nusa Ina Pratama, padahal tenggat waktu jatuh tempo belum berakhir.

Jumlah kredit yang dipinjamkan pihak Bank Maluku kepada Nusa Ina Pratama sebanyak Rp 12 miliar. Namun pihak perusahaan baru mampu membayar utang kredit tersebut sebesar Rp 2 miliar.  Jadi ada Rp 10 miliar yang belum dibayarkan pihak perusahaan kepada PT Bank Maluku. Karena PT Nusa Ina pratama hingga kini belum melunasi hutang tersebut, jadilah kredit macet  di Bank Maluku. Akibatnya, dana tabungan masyarakat yang di tabung di bank hilang.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku juga menemukan adanya indikasi pencairan dana kredit yang tidak sesuai dengan aturan dari mekanisme perbankan. Menurut temuan BPK, jumlah kredit yang bermasalah di Bank Maluku mencapai Rp 31 miliar lebih.  Angka ini tidak termasuk kredit macet yang jika dikalkulasikan mencapai Rp 96 miliar.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!