DPRD Akan Tetapkan Enam Perda – Ambon Ekspres
Amboina

DPRD Akan Tetapkan Enam Perda

AMBON, AE.—Dalam masa persidangan I tahun sidang 2015, DPRD Kota Ambon telah menetapkan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam rapat paripurna internal di ruang Paripurna DPRD Ambon. DPRD akan melanjutkan menetapkan 1 ranperda dalam rapat paripurna internal pada 28 April 2015.

“Rata-rata semua ranperda yang dimasukan untuk dibahas secara internal sudah mendapat persetujuan tim Pemkot Ambon. Dan memang sesuai mekanisme, itu harus diparipurna secara internal. Dan akan mendapat masukan dan perubahan yang akan dijadikan bahan perubahan sebagai ranperda dan selanjutnya dimasukan sebagai Peraturan Daerah (Perda),” ungkap Ketua DPRD Ambon, James Maatita kepada wartawan usai rapat Peripurna Internal, Jumat (24/5).

Dijelaskan, saat ini baru dilaksanakan lima ranperda. Diantaranya ada ranperda inisiatif DPRD Ambon yaitu ranperda Penanggulangan HIV/AIDS oleh komisi I, ranperda Pengolahan Air Tanah oleh komisi II dan ranperda Pengelolaan Sampah oleh komisi III.

Sementara ranperda dari Pe- mkot Ambon yang baru dibahas dalam paripurna internal adalah ranperda tentang perubahan atas Perda Kota Ambon No 4 tahun 2010 yakni Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan ranperda perubahan atas Perda Kota Ambon No 14 tahun 2012 tentang Retribusi Izin Gangguan. “Saat ini baru lima.

Tadi sudah disampaikan pada 28 April 2015 ada ranperda yang kita paripurnakan. Sehingga dalam masa sidang I ini, ada enam perda yang akan kita tetapkan yakni 3 perda inisiatif dari DPRD dan 3 perda yang diusulkan Pemkot Ambon,” jelas Ketua DPD PDI-P Kota Ambon ini.

Maatita mengaku, setelah selesai menetapkan enam ranperda dalam paripurna internal, maka akan dilanjutkan dengan penetapan ranperda menjadi perda dalam rapat bersama Pemkot Ambon. “Paripurna penetapan ranpeda ini dalam Badan Musyawarah (Bamus) sudah dite- tapkan pada 28 April.

Namun karena Walikota Ambon sementara sibuk persiapan moment nasional, maka sementatra ini tidak berada di tempat. Nanti tanggal 30 sudah ada penutupan masa sidang, kemudian pad 1 Mei kita reses hingga 8 Mei. Ketika masuk langsung kita menetapkan ranperda menjadi perda,” beber Maatita.

Di tempat yang sama, salau satu anggota Komisi II DPRD Ambon, Jafri Taihutu mengatakan, perlu ada apresiasi bagi DPRD Ambon yang telah berhasil menetapkan lima ranperda dan 1 ranperda yang akan segera dibahas. Pasalnya, kata dia, sangat sulit untuk DPRD kabupaten/kota manapun yang bisa menyelesaikan 6 ranperda dalam masa sidang I dan ditetapkan dalam paripurna internal.

“Keraguan masyarakat Kota Ambon tentang keberangkatan kita, itu salah. Karena kita jalan sesuai keputusan dan kepentingan daerah. Perioderisasi 5 tahun lalu tentang perda pajak dan retribusi itu sudah selesai. Bahkan hanya dalam jangka waktu dua bulan. Maka dihari ini, kita berhasil merampungkan dan menetapkan 5 ranperda dan 1 akan menyusul dalam paripurna internal DPRD Ambon,” kata dia.

Ketua Fraksi PDI-P ini menilai, enam ranperda yang nantinya ditetapkan dalam masa sidang pertama sangat membuktikan kerja keras DPRD Ambon. (ISL)

Most Popular

To Top