Jika Produksi Naik Anggaran Pertanian Dinaikan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jika Produksi Naik Anggaran Pertanian Dinaikan

Kegiatan Panen Raya Berlangsung Sukses

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman mengaku, jika hasil produksi pertanian tahun ini naik maka dipastikan akan ada peningkatan anggaran pertanian untuk daerah-daerah di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan Menteri saat kegiatan panen raya di Kabupaten Buru, akhir pekan lalu. Kegiatan panen raya di pusatkan di Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo. Kegiatan panen raya ini merupakan pra dari rencana kunjungan Presiden Joko Widodo di Buru pada Mei mendatang.

Ikut hadir dalam kegiatan panen raya itu Gubernur Maluku Said Assagaf dan sejumlah pejabat Kementerian Pertanian dan Provinsi Maluku.

Menteri, melanjutkan, jika produksi pertanian khusus di Buru naik hingga 20 persen tahun ini, maka dipastikan anggaran APBN-P juga akan dinaikan sebesar 20 persen, baik untuk Provinsi Maluku maupun Kabupaten Buru.

“Kalau produksi meningkat, tahun depan kita akan tambah anggarannya untuk Maluku. Jangan biarkan lahan tidur. Sampai sekarang sejak kabinet kerja berjalan, tidak ada lagi impor beras dan harga beras sudah stabil,” akuinya.

Jika pertanian Indonesi lemah, akuinya, ketahanan pangan juga akan lemah, dampaknya pada peningkatan tingkat kriminalitas. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buru harus meningkatkan ekonomi, yang salah satunya bersumber dari pertanian.

Menteri juga menjelaskan, awal mula pembentukan kabinet kerja, Presiden RI  Joko Widodo meminta agar memperhatikan petani. “Datangi dan turun langsung menemui para petani dan berdiskusi terkait segala permasalahan yang dihadapi petani agar bisa diselesaikan demi peningkatan pembangunan pertanian di Indonesia,” ujar Menteri menirukan seruan Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri menyerukan kepada Gubernur Maluku dan Bupati Buru untuk memiliki semangat dan menyisihkan lengan baju ikut turun ke sawah demi pembangunan pertanian kedepan yang lebih baik.

“Demi masyarakat petani Indonesia, saya wakafkan diri saya untuk kemajuan pertanian di Indonesia sebagai bentuk kecintaan saya kepada istri dan anak serta keluarga petani seluruh Indonesia. Sebelum mencapai Kabupaten Buru, 10 hari sudah saya melakukan  perjalanan dari perbatasan Malaysia, langsung ke Pulau buru dan akan lanjut ke Ternate,” tuturnya.

“Tidak tanggung-tanggang Pemerintah Kabinet Kerja melakukan revolusi anggaran yakni biaya perjalanan dinas, seremoni, hotel, perjalanan dinas dan lain-lain yang totalnya anggaranya Rp 4,1 triliun kami ambil, dan kami alokasikan  pembangunan irigasi,” tegas.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga memberikan bantuan berupa handtractor dan mesin pemotong padi kepada petani di Kabupaten Buru.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Buru Ramli Umasugi memaparkan kondisi pertanian di kabupaten Buru yakni, Potensi lahan sawah di Kabupaten Buru seluas 1.000 hektar.     Lahan baku 7.200 hektar yang rata-rata pemanfaatannya permusim tanam seluas 5.000 hektar.

Realisasi? tanam padi sawah pada musim tanam 1 periode Oktober 2014 sampai dengan Maret 2015 sebesar 4.323 hektar. Dan saat ini petani sedang disibukkan dengan kegiatan panen dan persiapan penanaman pada musim tanam pertama tahun 2015.

“Realisasi panen padi sawah sampai tanggal 22 April 2015 seluas 2.585 hektar dengan rata-rata produktifitas 4,8 ton gabah kering giling/ha. Aktivitas penanaman terus berjalan di beberapa desa pada dataran Waeapo,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan swasembada pangan di Kabupaten Buru terutama padi, jagung, dan kedelai, pemerintah pusat lewat Kementrian Pertanian, kata dia, mengalokasikan kegiatan berupa, pengembangan jaringan usaha tani tersier 1.200 hektar pada APBN, dan 1.850 hektar pada APBN-P.

Pengembangan optimasi lahan mendukung tanaman pangan seluas 1.000 hektar APBN dan 2.000 hektar APBN-P.
Beberapa faktor yang menghambat terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Buru yakni, proses pekerjaan dan pembuatan serta perbaikan pada bendungan Waeleman dan Waepamali belum rampung. Status kepemilikan lahan dibeberapa lokasi belum terselesaikan yakni di Waeleman, Waelo, Waitina dan Waflan.

Juga, lanjutnya, beberapa lokasi lahan proaktif padi sawah telah beralih fungsi, mulai langka dan mahalnya tenaga kerja proaktif terutama pada saat tanam dan panen.

Sedangkan rencana tanam perdana padi dan jagung oleh Presiden Jokowi, jelas Bupati, akan dilakukan di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo pada 6 Mei 2015. Areal penanaman tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pemprov pertanian modern. (CR8)

Most Popular

To Top