Tarif Angkot Ilegal Masih Berlaku – Ambon Ekspres
Amboina

Tarif Angkot Ilegal Masih Berlaku

AMBON, AE.—Paska kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 28 Maret lalu membuat para sopir angkot, di sejumlah trayek yang ada di Kota Ambon mulai memberlakukan tarif secara sesuka hati alias illegal tanpa ada aturan resmi dari Pemkot Ambon. Hal itulah yang membuat masyarakat merasa dirugikan dengan sikap para sopir tersebut.

Tarif angkutan Kota yang hingga kini berlaku secara sepihak diantaranya tarif angkot trayek Mardika-Talake dan Batumerah-Waihaong yang semestinya Rp 2.500 per orang. Kemudian trayek IAIN-Mardika yang semestinya Rp 3.400 kini dibulatkan oleh para sopir angkot jalur tersebut menjadi Rp 3.500 maupun Rp 4.000. Perberlakukan tarif angkot secara sepihak itu ternyata tidak berdasar pada aturan Pemkot Ambon.

Sayangnya, aksi yang dilakukan para sopir angkot itu sengaja didiamkan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon yang tidak mengambil tindakan tegas. ‘’Kenapa Dishub Kota Ambon sengaja membiarkan hal seperti ini terjadi ? Harus diambil tindakan tegas kepada sopir angkot yang ada. Kami sebagai masyarakat sangat dirugikan dengan ulah para sopir angkot ini,” kata Sella, salah seorang warga Kota Ambon  kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Menurut dia, seharusnya Dishub Kota Ambon tidak perlu menunggu laporan masyarakat, melainkan melakukan pengecekan atau swiping terhadap angkot yang masih memberlakukan tarif secara ilegal. ”Kalau hanya menanti laporan masyarakat baru bergerak, semua orang juga bisa. Dan itu bukan namanya abdi negara. Kalau mau sebagai langkah antisipasi maka dishub harus langsung cek ke lapangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini yang terjadi Dishub Kota Ambon hanya tegas dari disisi lain. Sementara sisi yang lain sengaja tidak diindahkan. ”Soal penertiban parkir dishub jago. Tapi kalau sopir angkot berlakukan tarif ilegal,  dishub diam. Apakah ini yang dinamakan kerja ?” timpal dia dengan penuh kesal.

Untuk itu, dia berharap Dishub Kota Ambon segera melakukan razia terhadap angkot yang selama ini terus memberlakukan tarif secara sepihak sehingga merugikan masyarakat. ”Masa dishub takut sama para sopir angkot. Jangan sopir melakukan aksi mogok lalu dishub biarkan mereka memberlakukan tarif angkot sesuka hati. Ambil sikap dan tindakan. Jangan cuman barani teori tetapi tindakannya tidak. Harus ditindak tegas,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPW Ikatan Pelajar Muhammadiyah Maluku, Gafar Bahta meminta Walikota Ambon untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dishub Kota Ambon. Pasalnya, kepala dishub tidak tegas terkait pemberlakukan tarif angkota secara ilegal. ”Sikap cuek yang ditunjukan kepala dishub dan jajarannya terkait tarif angkot ilegal patut kita pertanyakan.

Oleh karena itu, kami minta supaya Pak Walikota mengevaluasi kadisnya saja. Bila perlu dicopot. Jangan biarkan masyarakat rugi akibat tindakan para sopir yang kemudian terkesan didukung dengan sikap kepala dishub seperti ini,” katanya.

Dia berharap dishub segera menertibkan jalur kawasan IAIN-Mardika. Karena selama ini para sopir angkot trayek itu bandel dan tidak mentaati peraturan Pemkot Ambon terkait tarif angkot.

”Mahasiswa yang seharusnya Rp 3.000, tetapi masih saja para sopir minta harus bayar sama dengan harga umum yang dibuat mereka sendiri. Bukan saja angkot IAIN tetapi sejumlah angkot yang lain. Kami tunggu ketegasan dari Pemkot Ambon,” pungkasnya. (AHA)

Most Popular

To Top