Kasus Tanah Poltek Mulai “Menghilang” – Ambon Ekspres
Trending

Kasus Tanah Poltek Mulai “Menghilang”

AMBON, AE— Setelah ditetapkan calon tersangka oleh Direktorat reserse dan kriminal khusus Polda Maluku, sampai kemarin kasus dugaan mark up harga tanah Polteknik menghilang. Kasus ini sudah cukup lama ada di tangan penyidik.

Kasus ini lama ditangani Dirreskrimsus dan sudah ditetapkan calon tersangka. Kala itu terungkap, kalau anggaran kedua pengadaan lahan yang berada di kawasan Kampus Poltek, ada indikasi telah di mark up.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Hasanuddin Mukaddar, yang ditemui Ambon Ekspres, diruang kerjanya Senin (27/4) siang kemarin, mengaku tak mau berspekulasi lebih jauh terkait kasus tersebut.

Hanya saja mantan Kapolres Seram bagian Timur ini mangatakan, penyelidikan sementara berjalan sudah ada calon tersangka dalam kasus tersebut. Namun entah kenapa hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Juru bicara Polda Maluku itu, menjelaskan belum adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut, karena polisi masih menunggu hasil audit dan perhitungan keuangan Negara dari pihak Badan pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku, dan ahli pertanahan RI yang kini masih berkerja. “Kalau sudah ada pasti tersangkanya juga sudah ditetapkan. Calon tersangkanya dua orang,” katanya.

Ditanya soal identitas dari kedua calon tersangka, pria dengan dua melati dipundaknya itu tak mau membukanya lebih jauh.  “Ada dua calon tersangka dan mereka itu yang terlibat dalam proyek. Mereka juga akan tetap bertanggungjawab. Tak akan lari kemana, hanya saja kita harus sabar karena tunggu hasil dari ahli dan BPKP sendiri. Kami sendiri juga belum tahu dan belum bisa pastikan kapan mereka ditetapkan sebagai tersangka,”tegasnya.

Lahan ini saat penetapan NJOP. Ditemukan harga NJOP jauh lebih rendah dari harga yang diusulkan dalam APBN untuk pembangunan Politeknik. Tanah dibeli dua tahap oleh pihak Politeknik. Tahap pertama perguruan tinggi negeri ini membeli lahan seluas 2.600 meterpersegi tahun 2010. Tanah dibeli dengan harga Rp 450 juta. Lalu pada tahun 2012 dialokasikan lagi dana sebesar Rp 1,75 milyar untuk membebaskan lahan seluas 10.000 meterpersegi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim auditor dari Badan pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Maluku terhadap fisik lahan di kawasan Kampus Poltek, Wailela, Kecamatan Teluk Ambon, beberapa waktu lalu, ditemukan masalah. BPKP menemukan indikasi kerugian negara berdasarkan sebesar Rp 790 juta.(AHA)

Most Popular

To Top