Ribut-ribut di Kampus Hijau – Ambon Ekspres
Trending

Ribut-ribut di Kampus Hijau

AMBON, AE— Perjalanan Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri atau UIN bakal tak akan berjalan mulus. Sejumlah Organisasi kepemudaan, kemarin, menggelar aksi demo di kampus hijau itu menolak pengalihan status dari IAIN menjadi UIN.OKP yang kemarin menggelar demo, yaitu perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Mereka mengancam akan membatalkan upaya alih status IAIN menjadi  UIN yang lagi di proses.

Ancaman ini sebagai respon kebijakan pelarangan aktivitas mahasiswa menggunakan fasilitas kampus. Dalam aksinya, keempat organisasi ekstra kampus tersebut menuntut agar pihak rektor mencabut kebijakan pelarangan  dan mengizinkan mahasiswa  menggunakan fasilitas kampus.

Aksi yang dimulai dari bundaran gerbang kampus IAIN sekira pukul 09.00 WIT,  diwarnai orasi secara bergantian. Mereka membakar ban. Tidak puas, keempat perwakilan OKP yang terdiri sekitar 20-an mahasiswa IAIN tersebut melakukan long march ke gedung rektorat sekitar pukul 10.15 WIT. Disana demonstran melakukan orasi bergantian.

Ketegangan sempat muncul, saat  security melarang para mahasiswa  membakar ban bekas. Dalam orasinya, para aktivis mengatakan, Rektor IAIN, Hasbollah Toisuta, telah lupa diri. ‘’Rektor telah lupa diri kalau dia besar karena HMI,’’ ujarnya.

Teriakan mereka untuk memantik keinginan rektor menemui mereka. Pendemo juga mengancam akan menyampaikan hasil demo tersebut ke Pengurus Besar (PB) masing-masing OKP dan merekomendasikan menolak upaya alih status IAIN Ambon menjadi UIN.

“Upaya alih status IAIN menjadi UIN hanya bisa terjadi dengan jalan komunikasi lintas OKP. Jadi hasil demo ini akan kami sampaikan ke PB dan merekomendasikan agar tidak mendukung alih status IAIN ke UIN kalau masalah ini tidak diselesaikan,’’ ujar mereka.

Sekitar pukul 12.51 WIT, Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisuta, turun menemui pendemo. Dihadapan pendemo, Toisuta mengatakan, IAIN tidak menolak OKP melakukan aktivitas di kampus. Hanya saja tidak boleh menggunakan barang milik negara, karena  sering ditegur mengenai masalah kerusakan maupun hilangnya barang milik negera yang terdapat di kampus IAIN.

Selain itu, kebijakan tersebut ditempuh untuk mengamankan keputusan unsur pimpinan IAIN Ambon. Sebagai rektor, dia mengaku, hanya mengamankan keputusan tersebut karena tugasnya mengelola kepemimpinan di IAIN.

“Saya tidak melarang. Silakan kalau mau melakukan diskusi di mana saja di lingkungan IAIN, seperti dihalaman kampus dan sebagainya. Hanya masalahnya jangan menggunakan barang milik negara, seperti pelaksanaan basic training yang ingin menggunakan gedung kampus atau ruang kuliah. Itu sudah menjadi putusan rapat pimpinan di IAIN,’’ terangnya.

Dia mengungkapkan, OKP atau organisasi extra kampus berbeda dengan organisasi intra, seperti BEM, Dewan Perwakilan Mahasiswa dan sebagainya. ‘’Dari terminology extra dan intra saja sudah berbeda. Kalau organisasi extra merupakan organisasi di luar kampus. Kalau organisasi intra sudah tentu organisasi yang berada diluar kampus. Saya bisa terima kalau kalian hari ini mau menjadi organisasi intra kampus. Kalau begitu, silakan kalian gunakan fasilitasyang ada di kampus ini,’’ tambahnya.

Dialog antara rektor dengan pendemo tidak berlangsung lama. Hasilnya, sekitar pukul 13.08 WIT, para pendemo meninggalkan rektorat tanpa ada kesepakatan, mereka memilih bertahan  dan meluapkan emosi pada miniatur master plan kampus IAIN dan mobil rektor.

Pendemo kembali melanjutkan aksinya di bundaran gerbang kampus IAIN Ambon. Bahkan mereka memblokade jalan masuk yang mengakibatkan kendaraan tidak dapat masuk atau keluar kampus. Beberapa pejabat IAIN Ambon terpaksa berjalan kaki dari gerbang menuju kampus, karena kendaraannya tidak bisa lewat. Termasuk Wakil Rektor II, Yamin Rumra.

Ketua HMI Komisariat Syariah IAIN Ambon, Ridwan Tuhuteru mengatakan, demo tersebut akan terus dilanjutkan hingga tuntutan mereka diterima. Karena beberapa tuduhan terkait pengrusakan yang terjadi pada fasilitas kampus, tidak dilakukan pihak OKP. ‘’Kami akan terus melakukan aksi ini,’’ pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!