Tarif Angkot Dinaikkan, Penumpang Pilih Speedboat – Ambon Ekspres
Amboina

Tarif Angkot Dinaikkan, Penumpang Pilih Speedboat

AMBON, AE.—Meskipun  beberapa kali terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Ambon, namun tarif angkutan laut speedboat tetap stabil. Ini berbeda jauh dengan tarif angkot  Laha – Hunut  yang sangat  memperihatinkan. Penumpang akhirnya banyak yang memilih menggunakan transportasi laut dibandingkan transportasi darat.

Salah satu pengemudi speedboat penyeberangan Kota Jawa-Mardika, Arsad (42) mengaku,  tarif speed masih stabil. Meskipun terjadi kenaikan BBM, namun tidak berpengaruh terhadap pendapataan  setiap hari. “Setiap  berlayar  per hari retribusi sebesar Rp 11 ribu ditambah biaya  BBM  untuk pemakaian  dua mesin. Tarif untuk masyarakat umum Rp 5 ribu  dan  mahasiswa Rp 3 ribu.  Harga tersebut bukan kami tentukan sendiri tapi dari Dishub Kota Ambon,’’ ungkap dia.

Menurut dia, satu kali berlayar, kapasitas penumpang sebanyak  16 orang  waktu pagi hingga menjelang siang. Namun saat siang hingga sore, kapasitas penumpang dikurangi mengingat kondisi cuaca yang mulai ekstrim. “Kalau pagi hari bisa berlayar 16 orang tapi harus dilihat ini ketika kondisi laut stabil. Namun sekitar jam 12 sudah berkurang maksimal 10-12  orang yang diangkut,” imbuhnya.

Esaubat Batsirah yang juga pengguna  jasa speedboat me- ngaku lebih senang menggunakan jasa transportasi ini se tiap beraktifitas. Dia mengaku belum pernah mengalami hambatan seperti mesin yang mati dan sebagainya. “Mungkin pernah ada yang mengalami kondisi tersebut. Namun kita tetap berharap arus transportasi ini tetap berjalan dengan lancar,’’ ungkap dia.

Sementara itu, salah satu sopir angkot trayek Hunuth, Ongen (34) mengeluh akibat  semakin sulit mendapatkan penumpang. Pasalnya, banyak penumpang lebih memilih naik speedboat ketimbang menggunakan angkot.

Dia mengaku hal itu tidak menjadi masalah. Namun biasa setoran yang semakin membengkak membuat dirinya mengalami kesulitan. ”Kami berharap Pemkot Ambon bisa kembali bicara dengan pihak organda dan majikan sehingga sebisa mungkin menurunkan biaya setoran sesuai kondisi penumpang.

Penumpang banyak memilih transportasi laut ketimbang naik mobil  angkot. Akibatnya angkot juga sepi penumpang,’’ tandas dia.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada salah paham antara sopir angkot dengan pengemudi speedboat. “Menyangkut tarif tidak berpengaruh. Tarif laut diberlakukan sama seperti tarif darat. Hanya saja, masyarakat  butuh cepat. Itu yang menjadi masalah,’’ kata dia. (AID)

Most Popular

To Top