200 Polisi Sterilkan Pengadilan – Ambon Ekspres
Trending

200 Polisi Sterilkan Pengadilan

Hari Ini Putusan Walikota Tual Nonaktif

AMBON,AE— Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Asuransi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang menjerat walikota dan wakil walikota Tual non aktif, MM Tamher dan Adam Rahayaan telah masuk babak akhir. Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon yang mengadili perkara tersebut, akan menggelar sidang dengan agenda putusan, Rabu hari ini.

Majelis hakim yang mengadili perkara itu, yakni Mustary SH, didampingi hakim anggota Ahmad Bukhori SH dan Heri Leliantono. Sidang perdana kasus ini, dimulai pada tanggal 8 Desember 2014.”Iya, sesuai agenda yang telah ditetapkan majelis hakim sebelumnya, besok (hari ini red) akan digelar sidang putusan kasus asuransi Malra, “ungkap Humas PN Ambon, Ahmad Bokhori kepada koran ini.

Bukhori berharap nantinya persidangan tersebut dapat berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan. Informasi lain yang diterima Ambon Ekspres, sidang putusan ditunda, karena persoalan keamanan. “Katanya ditunda tuh. Masalah keamanan jadi pertimbangannya,” kata sumber koran ini.Sebelumnya, dalam sidang dengan agenda tuntutan, JPU Kejati Maluku meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara tersebut, menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada empat terdakwa masing-masing, Wali Kota non aktif Kota Tual, M.M Tamher, Wakil Wali Kota Adam Rahayaan, Ivo Ratuanak, serta Yosep Ulirahail.

Untuk terdakwa Yosep dan Ivo, selain dituntut hukuman penjara, keduanya juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. Sementara terdakwa MM Tamher dan Adam Rahayaan tidak dituntut untuk membayar uang pengganti, karena telah mengembalikan uang tersebut ke kas negara.

Kasus korupsi yang menjerat M.M Tamher ini mencuat setelah Inspektorat Kementrian Dalam Negeri menyurati Kejati Maluku berdasarkan temuan hasil audit BPK yang menemukan adanya kerugian negara dalam kasus tersebut. Kasus ini telah menjerat 35 anggota DPRD Kabupaten Malra periode 1999-2004.

Kala itu, Tamher menjabat sebagai wakil ketua DPRD Malra. Pada tahun anggaran 2002, DPRD Maluku Tenggara menganggarkan dana sebesar Rp1,4 miliar untuk asuransi bagi 35 anggota Dewan periode periode 1999-2004. Kemudian, DPRD Malra kembali menganggarkan dana Rp 3 Miliar pada tahun 2003 yang juga dipergunakan untuk biaya asuransi.

Namun anggaran tersebut ternyata tidak dipergunakan sesuai peruntukannya. Karena mereka terbukti mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Tamher dan terdakwa lain, dijerat dengan pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dikawal 200 Personil Polisi
Untuk putusan yang nantinya akan berlangsung hari ini, pihak Pengadilan juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar nantinya mengawal jalannya persidangan. Informasi yang diperoleh koran ini, sekitar 200 personil disiagakan untuk mengamankan jalannya sidang di Pengadilan Tipikor Ambon.

‘’Memang benar kami sudah koordinasikan dengan pihak Pengadilan. Nantinya, 200 personil akan diturunkan untuk mengamankan jalannya sidang, “ungkap Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Bachri Hehanusa. (AFI/ERM)

Most Popular

To Top