Dishub Diminta Tertibkan Tarif Angkot – Ambon Ekspres
Amboina

Dishub Diminta Tertibkan Tarif Angkot

AMBON, AE.—Ketua Komisi III DPRD Ambon, Rofik Akbar Afifudin meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon segera mengambil sikap untuk menertibkan sejumlah sopir angkot yang selama ini sengaja menaikan tarif sepihak. Pasalnya, kenaikan tarif itu tidak berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Ambon.

“Saya kira harus segera ditertibkan sejumlah angkot IAIN dan sebagainya yang telah menaikan tarif angkot sepihak. Padahal SK Walikota Ambon masih tetap. Jadi tidak boleh ada masyarakat yang menaikkan tarif sepihak karena merugikan masyarakat lain,” ungkap Rofik kepada Ambon Ekspres di DPRD Ambon, Senin (27/4).

Menurutnya, dishub sudah sering diingatkan untuk selalu melakukan evaluasi terhadap tarif angkot. Namun nyatanya masih ditemukan hal-hal seperti ini yang dengan sengaja merugikan masyarakat. Sebelumnya, kata dia, saat penurunan harga BBM beberapa waktu lalu, tarif angkot tidak turun. Dan ketika BBM mengalami kenaikan sejumlah sopir malah tarif tanpa mengindahkan SK Walikota.

“Kami sudah tegaskan dan harus dijelaskan kepada para sopir bahwa harga BBM adalah harga kekinian. Dimana harga BBM bisa mengalami kenaikan dan penurunan. Dishub perlu melakukan evaluasi terkait masalah ini,” terangnya.

Ketua DPD PPP Kota Ambon ini mengaku, sebelumnya sudah mengusulkan kepada Pemkot Ambon, untuk membuat dua harga tarif angkot yakni tarif maksimal dan minimal. Dimana, jika BBM mengalami kenaikan harga maka perlu menggunakan harga tarif maksimal. Sementara jika terjadi penurunan harga, maka perlu menggunakan tarif minimal. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan seperti saat ini.

“Kan saya sudah sarankan sejak awal, agar dibuat dua tarif angkot. Ada namanya tarif maksimal dan minimal. Sehingga tidak semaunya harga dinaikkan. Saya sudah melihat bahwa ada mobil angkot jurusan Stain ditulis Rp 4.000 dan Kebun Cengkeh  Rp 3.500. Ini mereka gunakan SK dari mana ?” heran Rofik.

Untuk itu, dirinya berharap Dishub Ambon segera mengevaluasi dan menertibkan sejumlah sopir angkot yang tidak mematuhi aturan. Karena selain merugikan masyarakat, sejumlah sopir ini sudah melanggar SK Walikota. “Jadi dishub harus segera mengevaluasi dan segera menertibkan para supir angkot ini.

Kita akan berikan kesempatan bagi dishub untuk melakukan penertiban. Jika memang tidak ada perubahan sama sekali, maka kita akan mengundang dishub untuk meminta penjelasan,” pesannya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Ambon, Jacob Usmany menambahkan, penertiban terhadap para sopir itu sudah harus dilakukan. Bukan saja penertiban parkir yang fokus dilakukan, tetapi perlu menyelesaikan permasalahan tarif angkot yang sudah sangat meresahkan warga. “Harus ada langkah tegas terhadap sejumlah sopir angkot ini.

Jangan dibiarkan terus menerus. Karena awalnya ketika penurunan harga BBM tidak ada penurunan harga tarif. Makanya perlu dievaluasi kembali dishub. Kalau memang tidak diindahkan SK Walikota, maka bisa diberikan sangksi tegas terhadap sejumlah supir tersebut,” tandasnya.

Politisi PKPI ini mengaku, jika tidak ada langkah tegas dari Dishub Kota Ambon terhadap sejumlah supir nakal, maka akan membias kepada seluruh supir angkot yang ada di Kota Ambon. “Kita harap ada langkah tegas dari dishub. Jika dibiarkan, pastinya membias ke supir lain. Jadi sudah seharusnya dishub mengambil langkah tegas,” pintanya. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!