Mantan Bendahara BPLH MTB Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Mantan Bendahara BPLH MTB Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

AMBON, AE—Terdakwa kasus penggelapan uang negara, Lukas Olinger dituntut hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki.

Tuntutan itu dibacakan JPU Roberto Sohilait pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon, kemarin. Sidang dipimpin hakim ketua Ahmad Bukhori SH didampingi hakim anggota Heri Leliantono SH dan Edy Sepjangkaria SH.

Dalam tuntutannya, JPU meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara itu menyatakan terdakwa bersalah melakukan perbuatan melanggar hukum. Terdakwa dijerat karena melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan sebagaimana diubah dan diatur dalam UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut agar majelis hakim tindak pidana korupsi yang mengadili perkara ini, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 2 tahun 6 bulan penjara,“ ucap Roberto saat membaca tuntutannya.

Selain dituntut hukuman penjara, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta, dengan subsider 6 bulan penjara. Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 280 juta. Dengan ketentuan, jika dalam waktu satu bulan terdakwa belum mampu mengembalikan uang pengganti tersebut, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, tim penasehat hukum terdakwa, Alfaris Laturake akan mengajukan pembelaan pada persidangan 6 Mei mendatang.

Dalam kasus ini, Lukas Olinger selaku bendahara Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) melakukan penggelapan uang negara yang seharusnya dikelola instansi terkait. Sayangnya, ketika dana senilai Rp 410 juta dicairkan terdakwa pada Desember 2014 lalu, terdakwa langsung membawa kabur uang tersebut.

Dana yang seharusnya diperuntukan bagi berbagai kegiatan pada BPLH, ternyata dibawa kabur terdakwa sehari setelah dana dicairkan. Uang senilai Rp 410 juta itu dipergunakan untuk berfoya-foya di tempat-tempat karaoke di Jota Ambon.

Bukan hanya sejumlah tempat karaoke di Ambon, namun tempat karaoke di Masohi juga dikunjungi terdakwa. Terdakwa kemudian ditangkap di salah satu tempat karaoke di Masohi oleh aparat kepolisian.(AFI)

Most Popular

To Top