Tebang Pilih Model Kejati Maluku – Ambon Ekspres
Trending

Tebang Pilih Model Kejati Maluku

AMBON,AE— Komitmen  aparatur penegak hukum pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di daerah ini  kembali dipertanyakan.  Selain praktik tebang pilih, jaksa juga dinilai tidak proaktif dalam menindaklanjuti berbagai fakta yang terungkap tentang kasus tertentu. Sementara untuk  kasus lain yang   indikasi pelanggarannya  lemah,  jaksa terkesan ‘bernafsu’ untuk menyelidikinya.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial kabupaten Seram Bagian Barat, misalnya. Sudah ada beberapa saksi yang memberikan keterangan yang mengarah pada indikasi keterlibatan bupati kabupaten SBB, Jacobus Puttileihalat dalam kasus itu. Tapi, setiap kali dikonfirmasi, jaksa selalu berdalih, keterangan saksi itu bukan fakta yang kuat untuk memeriksa Jacobus Puttileihalat.

Masalah lainnya, dugaan mark up anggaran dalam proyek gedung kantor bupati dan gedung kantor DPRD di kabupaten itu. Sudah beberapa kali masalah itu terekspos di media massa. Namun, jaksa selalu punya alibi untuk menampik desakan masyarakat, agar jaksa menyelidiki kasusnya. Jaksa hanya akan menyelidiki masalah tersebut,  bila ada laporan  resmi dari masyarakat disertai bukti yang kuat.

Berbeda dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Pusaka Benjina Resources (PBR) di Benjina, kabupaten Kepulauan Aru, Jaksa langsung turun lapangan, menginvestigasi dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan, diluar isu pelanggaran HAM. Padahal, investigasi itu dilakukan,  bukan karena adanya  laporan resmi dari  masyarakat.

“Seharusnya, jaksa mengutamakan kasus yang faktanya lebih kuat. Bukan malah menginvestigasi kasus yang faktanya saja belum diketahui dengan benar. Ini tentu membuat masyarakat bingung, apa yang menjadi tujuan kinerja jaksa,’’ kata pengamat hukum Universitas Pattimura, Hendrik Salmon, Selasa (28/4).

Jaksa jangan menunjukkan kinerja yang bertolak belakang dengan semangat pemberentasan tindak pidana korupsi di daerah ini. Bila telah terungkap indikasi baru, apalagi dalam persidangan tentang keterlibatan pihak lain dalam kasus tertentu, itu harus ditanggapi secara serius  oleh jaksa.

“Padahal suatu kasus dikatakan tuntas seluruhnya, bila semua pihak yang diduga terlibat sudah diperiksa  atau bila memang bukti menguatkan, bisa dijadikan tersangka. Jadi, jaksa harus profesional,’’ ujarnya.

Pengamat hukum Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Almudatsir Sangadji mengemukakan, kinerja jaksa tersebut tentu memantik tanda tanya masyarakat. Sebab, lebih mengutamakan kasus yang faktanya belum kuat. Sementara kasus lain yang faktanya sudah terungkap, tidak ditindaklanjuti.

“Tentu menimbulkan pertanyaan. Kenapa  untuk kasus yang didukung fakta yang kuat, tidak ditanggapi secara serius, sementara kasus yang lemah diinvestigasi,’’ katanya, Kemarin. Disebutkan, kasus dana bansos, misalnya, fakta yang terungkap melalui keterangan saksi, baik saat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan maupun  keterangan saksi dalam sidang, itu merupakan fakta yang kuat. Sehingga, jaksa harus menindaklanjutinya.

“Jaksa harus mengembangkan keterangan itu. Paling tidak, orang yang disebut dalam keterangan itu harus diperiksa juga. Minimal, sebagai saksi. Karena ada indikasi yang mengarah pada keterlibatan dia. Dan kalau misalnya, dari hasil pemeriksan ditemukan bukti untuk menjadikan dia sebagai tersangka, ya itu bisa dilakukan (ditetapkan sebagai tersangka),’’ tandasnya.

Selain itu, pemberitaan di media massa tentang dugaan penyalahgunaan anggaran suatu proyek, sebenarnya sudah menjadi pintu masuk bagi jaksa untuk melakukan penyelidikan. Dan itu akan lebih baik, dibandingkan menginvestigasi masalah di Benjina yang fakta serta bentuk masalahnya saja belum diketahui.

“Jangan sampai dipaksakan. Apalagi setiap penanganan kasus kan membutuhkan biaya. Benjina, kan Jauh. Kenapa kasus dana Bansos di SBB  yang dekat dan  faktanya kuat  tapi  tidak ditindalanjuti. Sementara   masalah di Benjina yang jauh sana, dipaksakan untuk diinvestigasi. Pertanyannya, ada apa dengan kinerja Jaksa itu,’’ tegasnya.
(MAN)

Most Popular

To Top