Polisi Dalami Kasus Trafficking – Ambon Ekspres
Metro Manise

Polisi Dalami Kasus Trafficking

AMBON, AE— Pasca tertangkapnya Trio Tuhusula, tersangka kasus penjualan anak di bawah umur yang rencananya akan dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Dobo, Kepulauan Aru, polisi hingga sampai saat ini masih terus mendalami kasus tersebut. Didalaminya kasus ini karena diduga masih banyak penginapan di Kota Ambon yang dijadikan tempat bisnis esek-esek itu. “Memang kami banyak mendapat Info-info masyarakat terkait trafficking tersebut. Juga di beberapa penginapan, ada beberapa info yang masih kita dalami,” jelas Kapolres Ambon, AKBP Komaruz Zaman kepada wartawan, Jumat (1/5).

Untuk mencegah kasus ini di Kota Ambon, pihaknya akan melakukan langkah prefentif dan refresif. “Untuk itu, kita lakukan langkah-langkah prefentif dan juga represif. Tentunya kami juga lakukan koordinasi untuk tindak lanjutnya,” kata dia.

Kasus trafficking yang baru saja diungkap polisi, kata dia, harus menjadi perhatian orang tua. “Kami sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut (trafficking, red). Sebagaimana kasus kemarin yang saat ini ditangani satreskrim. Kami berpesan agar anak-anak kita jangan mudah diiming-imingi sesuatu yang belum jelas. Dan pasti, kami juga mengharapkan para orangtua bisa memantau kegiatan anak-anaknya agar tidak terjebak serta terjerumus ke dalam hal seperti contoh kasus tersebut,” ujarnya.

Selain trafficking, lanjut dia, polisi juga memantau perkembangan peredaran narkoba dan minuman keras (miras). “Bukan hanya trafficking saja yang menjadi fokus kita. Hal lain seperti narkoba, miras dan sejenisnya pun menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus ini terungkap setelah sebelumnya seorang korban yang masih duduk di bangku SMP melapor ke polisi. Awalnya, korban yang diketahui berusia 14 tahun usai belajar ditanya salah satu temannya bila ingin uang harus layani om-om.

Korban kemudian ditelepon temannya sekira pukul 20.00 WIT. Katanya Trio Tuhusula mau bertemu. Setelah itu beberapa menit kemudiaan temannya bersama pelaku datang menggunakan sepada motor berboncengan.

Ketika bertemu, pelaku langsung mengajak korban untuk melayani tamunya pada 28 April 2015. Namun karena ketakutan, pelaku kemudian memberitahukan kepada seorang anggota polisi yang kebetulan berada kawasan itu setelah pelaku bersama temannya pulang.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 6 UU No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang dan jonto pasal 88 UU No 35 tahun 2014 tentang pelindungan anak.Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.(ERM)

Most Popular

To Top