Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Wartawan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Wartawan

Hari Ini AJI Demo Damai di Polda Maluku

AMBON, AE— Dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia 2015, yang jatuh pada pada 3 Mei 2015, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Kota Ambon, memperingati hari tersebut dengan cara yang berbeda dengan di tempat lain.

AJI Kota Ambon, memperingati hari kebebasan Pers se-Dunia itu dengan melakukan aksi damai di depan Mapolda Maluku, guna meminta pihak Kepolisian segar menyelesaikan dan menuntaskan aksi pembunuhan terhadap salah satu pimpinan tabloid lokal yakni Alferd Miriluan tahun 2010 lalu yang hingga kini pelaku pembunuhan tak kunjung terungkap.

“Pada peringatan kali ini, AJI Ambon akan menggelar aksi simpati di depan Polda Maluku, menuntut agar kasus pengancaman terhadap wartawan Info Baru segera ditindaklanjuti. Polisi juga diharapkan segera mengungkap siapa dalang dibalik tewasnya almarhum Alferd Miriluan tahun 2010 lalu. Kedua kasus ini harus diusut tuntas. Besok (hari ini, red), kita akan lakukan aksi itu,” kata Ketua AJI Kota Ambon, Abu Karim Angkotasan dalam rilisnya yang diterima Ambon Ekspres, kemarin.

Menurut dia, aksi tersebut akan dilaksanakan seluruh komponen kaum jurnalis di seluruh dunia termasuk di Indonesia. “Ini momentum untuk AJI bersama organisasi jurnalis di seluruh dunia mengingat kembali pentingnya memperjuangkan dan mempertahankan kebebasan pers. Peringatan ini juga momen menuntut diselesaikannya berbagai kasus kekerasan pada jurnalis yang beberapa di antaranya berujung kematian namun aparat penegak hukum belum juga secara serius menuntaskan kasus-kasus tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan, sejak 1992, sebanyak 1.123 jurnalis di seluruh dunia terbunuh karena aktivitas jurnalistiknya. Dan 19 di antaranya terbunuh pada 2015 ini. Sementara di Indonesia, lanjut Angkotasan, sejak 1996, ada 8 kasus kematian jurnalis yang belum diusut tuntas oleh kepolisian, ditambah 38 kasus kekerasan yang terjadi sepanjang 3 Mei 2014 dan 3 Mei 2015. “12 dari 38 kasus kekerasan ini dilakukan oleh polisi. 6 kasus dilakukan orang tak dikenal, 4 kasus dilakukan satuan pengamanan atau keamanan, 4 kasus dilakukan massa dan lainnya oleh berbagai macam profesi. Dan semua kasus kekerasan atas jurnalis yang dilakukan polisi tidak pernah diselesaikan sampai ke jalur hukum,” terangnya.

Lebih lanjut ketua AJI, menambahkan catatan buruk untuk polisi masih bertambah dengan munculnya kasus pengancaman terhadap redaksi salah satu media lokal pada 24 Maret 2015 oknum polisi yang kini telah menjalani hukuman secara internal tersebut. “Walaupun secara disipilin pelaku telah menjalani masa hukumannya namun proses hukum atas pidana umum dan pelanggaran UU Pers tidak berjalan. Penyidik Polda Maluku tidak pernah memanggil dan memeriksa para pelapor saksi ataupun terlapor,” pungkasnya.(AHA)

Most Popular

To Top