Sitti-Ongen Baru Punya PKPI – Ambon Ekspres
Trending

Sitti-Ongen Baru Punya PKPI

AMBON,AE— Kandidat wakil bupati kabupaten Seram Bagian Timur, Syarifudin Goo yang berpasangan dengan Sitti Umuriyah Suruwaky mengaku, belum memastikan berapa rekomendasi yang akan diperoleh untuk pencalonan mereka di Pilkada kali ini. Sampai kemarin, pasangan ini ini baru mendapatkan rekomendasi PKPI.

“Kami baru mendapatkan satu rekomendasi, yakni dari PKPI. Dan komunikasi politik masih terus kami lakukan dengan partai lainnya,” kata Ongen saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Minggu (3/5). Ongen yang saat ini masih menjabat Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten SBT itu mengatakan, dia dan Sitti telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (fit and proper test) di Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Hati Nuran Rakyat. “Kita sudah ikut fit and proper test partai Gerindra, PKB dan Hanura. Tapi kan Gerindra sudah mengeluarkan rekomendasinya,”ungkap dia.

Disinggung soal isu bahwa PKB akan memberikan rekomendasi kepada pasangan Sitti-Goo, dia belum memastikannya. Pasalnya, lanjut dia, yang mengikuti tahapan penjaringan hingga tahapan fit and proper test di PKB bukan hanya pasangan Sitti-Go.

“Terdapat empat kandidat calon bupati dan wakil bupati yang telah mengikuti fit and proper test juga di PKB. Jadi kami belum tahu apakah dapat atau tidak. Nanti saatnya dikeluarkan rekomendasi baru kita lihat, karena semua masih lakukan komunikasi,”katanya.

Dikatakan, komunikasi telah dilakukan dengan semua partai politik. Namun, hingga kemarin belum satupun partai yang memberikan sinyal positif kepada pasangan ini, kecuali PKPI yang telah memberikan rekomendasinya.

“Komunikasi sudah kami lakukan, namun mereka belum menyampaikan kepada kami kapan rekomendasi akan dikeluarkan. Karena saat ini partai juga masih melakukan survei pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati SBT.

Jadi yang jelasnya ada tahapan-tahapan lain yan harus dilakukan sebelum rekomendasi dikeluarkan,”paparnya.
Untuk memastikan elektabilitas dirinya dan Sitti serta kandidat lainnya, kata dia, telah dilakukan survei internal.

Kendati begitu, dia enggan memaparkan hasilnya secara terbuka kepada media maupun masyarakat. Pasangan ini juga belum membentuk tim sukses atau tim pemenangan. Pasalnya, belum ada jaminan pasangan ini akan mengikuti Pilkada serentak atau tidak.
“Kami belum bentuk tim. Semua ini kan masih berurusan di partai untuk mendapatkan rekomendasi. Kalau sudah bentuk, lalu tidak memenuhi syarat pencalonan bagaimana. Jadi nanti setelah rekomendasi diperoleh baru kami bentuk tim sukses dan tim pemenang,” ungkap dia, pesimis.

Sulit Islah
Sementara itu keikutsertaan Partai Golkar dan PPP hingga kemarin belum menemui titik terang. Pasalnya, meski rekomendasi komisi II DPR RI telah memberikan sinyal bahwa yang berhak mengikuti pilkada adalah kepengurusan yang mendapatkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau putusan terakhir, namun masih menyisahkan perdebatan hukum.

Pengamat politik Universitas Pattimura Mochtar Nepa-Nepa mengatakan, sulit memprediksi kepengurusan Agung Laksono atau Aburizal Bakrie untuk Golkar dan Djan Faridz atau Romhahurmuziy di PPP yang mengikuti pilkada. Ini karena belum adanya keputusan final soal partai bersengketa, termasuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pencalonan yang belum juga disahkan.

“Sebab menurut keputusan komisi II DPR RI itu hanya rekomendasi dan sifatnya tidak mengikat. Artinya keputusan untuk mengikuti Pilkada ada di tangan KPU. Apakah ikut Surat Keputusan Menkumham atau keputusan terakhir pengadilan. Kemudian paling sulit jika mengikuti proses hukum dan politik yang sementara berlanjut di pengadilan,”kata Mochtar.

Lebih lanjut kata Mochtar, islah juga sangat sulit terjadi baik PPP maupun Golkar, karena konflik kedua partai tua ini sarat dengan intervensi penguasa saat ini. Akibatnya partai penguasa akan diuntungkan dalam pertarungan pilkada serentak.

“Saya tidak melihat adanya tanda-tanda islah. Apalagi saat ini saling klaim diantara kubu yang pro pemerintah dan pro Koalisi Merah Putih (KMP) tidak mungkin bersatu. Bahkan bisa saja disaat injury time akan ada pertarungan politik tingkat tinggi di luar islah sebagai upaya untuk mengikuti Pilkada serentak,”bebernya.
(TAB)

Most Popular

To Top