Mobil Mewah Jungkir Balik 1 Tewas – Ambon Ekspres
Trending

Mobil Mewah Jungkir Balik 1 Tewas

Pemilik Mobil akan Ditahan

AMBON, AE— Berulang lagi tabrakan maut, beruntung korban tak banyak. Satu orang meninggal dunia, satunya lagi sekarat akibat ditabrak mobil mewah milik seorang pengusaha. Mobil terjungkal, patah salah satu rodanya, dan posisinya terbalik. Pengemudinya seorang wanita langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya tabrakan maut mengakibatkan banyak korban tewas terjadi di Desa Halong, dua bulan lalu. Saat itu mobil truk melabrak empat mobil, dan korban pun berjatuhan. Kini ulah Mariyana (38), menyebabkan satu warga tak berdosa meninggal dunia.

Ford putih Paltinum Sportage, berplat nomor polisi DE 7 UN, pukul 15.00 yang dikendarai Mariana, melaju dari arah Karang Panjang. Dia menyusuri turunan tanjakan Jalan Karang Panjang atau depan SMP Negeri 1. Saat mobil melaju turun, dia berusaha mengendalikan mobilnya itu dengan menginjak rem.

Entah apa yang dipikirkan, dia salah menginjak pedal rem, dia justeru menginjak pedal gas. Sepeda motor Vega R ditabrak, dan terpental hingga 20 meter dari titik tabrakan. Mariana tetap melaju. Pengendara vega, Stevi Sapulette mengalami patah kaki kanan, luka memar dibagian pipih, kepala, dan dada.

Sekitar 50 meter dari titik tabrakan pertama, Mariana kembali melabrak mobil Avanza yang sedang menuju Karang Panjang.  Mariana masih tetap panik. Disisi kiri jalan itu, Edward Maspaitella sementara meyandarkan bagian belakang tubuhnya di motor scoopy miliknya.

Edwars lagi menunggu helm dari temannya. Dia tak tahu ancaman Ford meluncur tanpa kendali dari atas. Tak berapa lama, Ford mewah itu melabraknya hingga Edward tak bernyawa. Edward terpental hingga 15 meter melewati selokan. Mobil itu terjungkal setelah menabrak pohon.
Erik Adam (53) salah satu saksi mata, mengaku melihat mobil Ford Putih itu melaju dari arah Karpan dan langsung menabrak temannya Edward Maspaitella hingga tewas ditempat. Setelah terseret sekitar 15 meter dari tempat parkirnya ke tepi jalan yang dibatasi selokan.

“Jadi Edward ini, sedang  parkir di sebelah jalan, dan bersandar di motor scoopy miliknya. Karena sedang menunggu helm untuk pergi ke Pasar. Tiba-tiba, muncul mobil Ford Putih langsung menabraknya dan dia terseret sekitar 15 meter ke sebelah selokan. Ketika dilihat dia sudah tewas. mobilnya pun jungkir sekitar 4-5 kali,” ungkap Erik kepada Ambon Ekspres, Senin (04/05).

Menurutnya, yang aneh dari peristiwa tersebut adalah keadaan pelaku yang baik-baik saja. Padahal, keadaan mobil yang begitu kencang setelah menabrak beberapa buah kendaraan, dan terpental hingga beberapa kali. Mariana hanya mengalami luka kecil dibagian tangan dan alis.

“Ketika saya menghampiri pelaku, oh ternyata pelaku seorang wanita. Dan ketika saya lihat, hanya luka ringan pada tangan dan dekat alis. Dan pelaku menjawab, bahwa dirinya salah menginjak rem. yang di injaknya adalah gas,” terangnya.

Petrik (19) Mahasiswa Unpatti, supir mobil Avansa Putih ini, mengaku kaget ketika melihat mobil Ford Putih melaju dari arah Karpan dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya menabrak pengendara Vega R salah satu pegawai UD. Gema Rejeki ini.

“Jadi saya kaget, ketika hendak menuju karpan tiba-tiba mobil Ford putih ini melaju dari atas. Ketika menabrak motor Vega merah, dia kembali menabrak saya dari arah kanan. beruntung, saya cepat memutar stir ke arah kiri. Akhirnya dia hanya menabrak pipi kanan mobil saya. Terus dia melaju dan menabrak motor hingga dia jungkir sekitar 4-5 kali,” ungkap Patrik.

Stevi Sapulette, korban luka berat yang ketika ditabrak sempat tak sadarkan diri, dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu untuk mendapatkan perawatan selanjutnya. Kepada Ambon Ekspres, dia mengaku, tak sadarkan diri ketika ditabrak oleh pelaku. Bahkan, uang sekitar Rp. 5 juta milik korban pun raib dari genggamannya pasca peristiwa tabrakan maut tersebut.

“Saya tidak ingat kejadiannya. Ketika saya bangun saya sudah di rumah sakit dan uang hasil kanvas (uang tagihan) itu sekitar Rp. 5 juta sudah tidak ada. Saat itu saya baru selesai kanvas, dan saya tidak ingat pasti kejadiannya,” kata dia, dengan penuh sedih.

Kasat Lantas AKP Deddy Dwitiya Putra yang dikonfirmasi terkait kecelakaan maut itu di Polres Ambon, mengatakan, pelaku akan ditahan. “Dia sementara masih berada di RS Haulussy, anggota juga ada di rumah sakit untuk menjaga, baik itu keamanannya, atau yang lainnya jangan sampai melarikan diri,” pungkas mantan Kasat Lantas Polres Malra ini. (ISL/ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!