1 Orang Tewas Dalam Bentrok – Ambon Ekspres
Trending

1 Orang Tewas Dalam Bentrok

Langgur, AE— Paska bentrok antar pemuda yang mengakibat satu orang tewas, kondisi Desa Elat dan Soinrat, Kecamatan Kei Besar, Kabuapaten Maluku Tenggara, kembali pulih. Pemerintah sampai tadi malam masih melakukan mediasi perdamaian antar dua desa bertetangga ini untuk menghindari meluasnya konflik.

Bentrokan terjadi, Senin (4/5) malam, sekira pukul 18.00.  Sebelumnya bentrok sempat terjadi antar warga desa Yamtimur dan desa Reyamru, Kecamatan Kei Besar yang baru saja diajak berdamai.

Bentrok Desa Elat dan desa Soinrat berakibat 1 pemuda tewas di tempat dan 2 lain mengalami luka kena panah. Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, saling serang antara pemuda Desa Elat dan Soinrat itu berawal dari persoalan lama yakni perebutan lahan pelabuhan kapal feri. Saling klaim menguasai pelabuhan, kemudian menjadi pemicu bentrok. Bentrok sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Untungnya pada bentrok sebelumnya tidak memakan korban.

Bentrok, Senin (4/5) malam berawal dari saling ejek antara pemuda pada sore hari. Puncaknya, dua kelompok pemuda sudah berhadap-hadapan dengan senjata tajam. Saling serang tak terelakan. Konsentrasi massa terjadi di perbatasan. Massa terlibat baku hantam menggunakan batu dan peralatan senjata tajam.

Saling serang yang berlangsung sekira satu jam dan dalam kondisi gelap, tiba-tiba beberapa anak panah meluncur ke kerumunan pemuda elat, 1 panah tepat mengenai Harun Difinubun (25). Pemuda Elat itu tewas ditempat setelah anak panah berukuran sekira setengah meter menancap tepat di bagian dada kanan korban.

Satu anak panah mengenai Haris Baranratut (28). Haris terkena di bagian perut, dan satu lagi anak panah mengenai Amanputih (26) di bagian kaki.

Harun yang terkena panah di bagian dada, nyawanya tidak tertolong. Korban langsung disemayamkan sementara di Mesjid Desa Elat. Hari ini (kemarin-red) korban telah dikebumikan pihak keluarga. Haris dalam kondisi anak panah masih tertancap di perut dilarikan pihak keluarga dari Kota Elat sekira pukul 20.00 WIT dengan menggunakan speedboat menuju Kota Langgur, untuk menjalani operasi di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur. Pukul 18.00 WIT sore kemarin, Haris menjalani operasi pengangkatan anak panah dari perut. Kini kondisinya kian membaik.

Wakil Bupati Malra Yunus Serang bersama rombongan pasca kejadian, menjenguk korban yang dirawat di RSUD Sadsuitubun sekaligus memberikan bantuan bagi pengobatan korban. Semua biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah.

Rombongan Forum pimpinan komunikasi daerah (forkompida) kabupaten Malra  yang dipimpin langsung wakil Bupati Malra, Yunus Serang, kemarin, langsung menuju Kota Elat untuk melihat langsung kondisi disana. Rombongan hingga malam tadi masih berada di Kota Elat guna memediasi persoalan.

Kepala Bagian Operasional Polres Malra, AKP Deny Ubro yang sementara memimpin personel mengamankan lokasi bentrok mengatakan kondisi kota Elat semakin membaik. Upaya pengamanan telah dilakukan dengan menerjunkan personel terdiri dari anggota Polres Malra, brimob dan anggota TNI.
“Kami sudah mengamankan lokasi kejadian, kondisi saat ini semakin membaik, personel sebanyak 60 dari Polres Malra dibantu anggota Kodim sementara mengamankan kedua desa,” jelas Kabag Ops Polres Malra saat dikonfirmasi via telepon selulernya, siang kemarin.

Ditanya soal upaya mediasi, mantan Kapolsek Kei Besar itu mengatakan, pihaknya masih dalam proses pengamanan. Untuk mediasi menunggu keadaaan yang tepat. “Kami prinsipnya masih mengamankan situasi pasca kejadian, soal mediasi masih kita tunggu, apalagi baru saja ada korban meninggal dimakamkan,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Kei Besar, T. Nahum ketika dikonfirmasi mengakui para pelaku pemanah dalam bentrok belum dapat ditangkap.

Kapolsek enggan berkomentar lebih banyak, pasalnya disaat bentrok, keadaan gelap sehingga menyulitkan pihaknya mengetahui para pelaku. “Kita tidak bisa memastikan pelaku. Saat kejadian sangat gelap, tetapi kami mengambil langkah utama mengamankan lokasi kejadiaan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak demi menenangkan massa,” terangnya.

Hingga berita ini dinaikan, aparat keamanan dari gabungan TNI/Polri masih melakukan penjagaan di TKP menghindari adanya bentrok susulan.
(SAT)

Most Popular

To Top