Timsel Panwas Protes – Ambon Ekspres
Trending

Timsel Panwas Protes

AMBON,AE— Penetapan tiga anggota Panitia Pelaksana Pemilu (Panwaslu) kabupaten Seram Bagian Timur dinilai menciderai kinerja tim seleksi. Pasalnya Badan Pengawasan Pemilu hanya menjadikan hasil uji kelayakan dan kepatutan sebagai penentuan kelulusan.

Hal ini disampaikan mantan Sekretaris Tim Panwaslu SBT Nazarudin Tianotak kepada Ambon Ekspres via seluler, Selasa (5/5). Bawaslu Provinsi Maluku secara resmi telah menetapkan tiga orang komisoner Panwaslu SBT untuk Pilkada serentak 2015, yakni Saleh Tianotak, Ismail Kilwalaga dan Kasim Rumakey.

Nazarudin menuding Bawaslu tidak menghargai kerja keras Timsel. Sebab kata dia, 6 nama yang diusulkan ke Bawaslu sesuai ranking nilai yang berada pada urutan 3 besar adalah  Saleh Tianotak, Irmawaty Derlen dan Ismail Kilwalaga. Sementara Basri Kilwawa, Kapitan Kelibay dan Kasim Rumakey di urutan empat, lima dan enam.

“Bagaimana caranya orang tidak masuk urutan teratasa kok bisa diloloskan. Bawaslu lebih berpatokan pada aspek keterwakilan wilayah, yakni Saleh dari Gorom, Kilwalaga dari Seram Timur dan Rumakey  Tutuk Tolu. Tapi kan tidak lantas mengabaikan hasil seleksi yang didapatkan oleh Timsel,” tandasnya.

Menurut dia, keputusan Bawaslu bisa memantik penilaian negatif terhadap kinerja Timsel selama ini. Padahal kata dia, seleksi yang dilakukan oleh Timsel secara independen dan tanpa kepentingan apapun.

“Kami kecewa dengan hasil penetapan tiga komisioner Panwaslu SBT. Selain itu, masyarakat akan menilai bahwa Timsel tidak bekerja secara independen dan professional, karena mereka yang lolos tidak memenuhi standar nilai yang telah dibuat oleh Timsel,” kesalnya.

Dia juga mencurigai, penetapan komisoner Panwaslu SBT dipengaruhi oleh tekanan dari pihak tertentu terhadap Bawaslu Maluku untuk kepentingan politik di Pilkada yang akan dimulai pentahapannya Juli nanti. “Ini patut dicurigai ada tekanan dari pihak-pihak tertentu demi kepentingan politik mereka pada Pilkada,” tudingnya.

Sementara itu komisioner Bawaslu Provinsi Maluku Abdullah Elly saat dikonfirmasi menegaskan, keputusan yang diambil telah dipikirkan dengan matang. Dia juga membantah ada intervensi politik pihak lain.

“Kami sudah lakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dengan baik. Juga dengan matang dan tetap menjaga integritas dan profesionalisme. Tidak ada tekanan siapaun dan pihak manapun,”bantah Elly.

Dia menjelaskan, sebelum uji kelayakan dan kepatutan, Timsel menetapkan 6 calon anggota Panwaslu kabupaten SBT, Maluku Barat Daya, Aru dan Buru Selatan.

“Dan mereka ini telah dinyatakan lulus untuk mengikuti fit and proper test. Pada fase ini, kami menyeleksi 3 orang yang paling layak dan pantas untuk menjadi Panwaslu kabupaten,” jelasnya.

Dikatakan, memberikan penilaian yang rasional dan objektif terhadahap enam calon anggota Panwaslu SBT.”Itulah kesepakatan penilaian kami bertiga komisioner Bawaslu Maluku dan itulah kenyaatannya. Tanggal 8 Mei akan dilakukan pelantikan dan pembekalan Panwaslu kabupaten di Ambon,” katanya.

Sementara itu, ketua Bawaslu Maluku Fadli Silawane enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi soal tudingan tersebut. Pertanyaan melalui sms juga tidak dibalas hingga berita ini naik cetak.(TAB)

Most Popular

To Top