Jasa Keuangan di Maluku Alami Pertumbuhan Tertinggi – Ambon Ekspres
Amboina

Jasa Keuangan di Maluku Alami Pertumbuhan Tertinggi

AMBON, AE.—Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami  mengatakan, kinerja perekonomian Provinsi  Maluku tahun 2015 pada triwulan I, bertumbuh sebesar 4,08 persen. Ini melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014 lalu yang bertumbuh sebesar 8,92 persen.

“Dari semua sektor ekonomi yang ada, jasa keuangan merupakan katagori yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,64 persen, diikuti oleh pertambangan dan penggalian sebesar 13,36 persen, pengadaan listrik dan gas sebesar 10,58 persen,” katanya, kemarin

Dia menjelaskan, ekonomi Maluku triwulan I-2015 bila dibandingkan triwulan I-2014 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,08 persen melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,92 persen.
“Jika dilihat dari sisi produksi, ekonomi Maluku triwulan I-2015 mengalami pertumbuhan negatif 1,91 persen bila dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q),” jelasnya.

Utami mengungkapkan, hal ini disebabkan oleh  pergerakan pertumbuhan katagori pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan negatif -3,45 persen, katagori jasa pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar -2,56 persen serta katagori konstruksi -3,58 persen.

Sedangkan,lanjutnya,dari sisi pengeluaran disebabkan oleh oleh komponen konsumsi pemerintah tumbuh -9,91 persen dan pembentukan modal tetap bruto (MTB) sebesar -9,66 persen. Struktur perekonomian Maluku menurut lapangan usaha triwulan I tahun 2015 masih didominasi oleh tiga katagori utama yakni pertenian, kehutanan dan perikanan sebesar 24,60 persen.

“Sementara administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 21,26 persen, dan perdagangan besar eceran dan reparasi mobil sepeda motor sebesar 13,27 persen,”ungkapnya.

Dia menambahkan,bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Maluku tahun 2015, perdagangan besar eceran dan reparasi mobil sepeda motor sebesar 0,92 persen, diikuti katagori administrasi, pemerintah pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,64 persen. Sedangkan katagori pertanian , kehutanan dan perikanan serta katagori lainnya masing-masing sebesar 0,04 persen dan 2,48 persen.

Utami juga memaparkan, jumlah penganggur di Provinsi Maluku pada bulan Februari 2015 mengalami penurunan sekitar 208 orang dibandingkan keadaan pada bulan yang sama pada tahun 2014. Rinciannya, pada Februari 2015,tercatat sebanyak 47.795 orang penganggur. Sementara pada Februari 2014, sebanyak 48.003 orang.
“Walupun jumlah penganggur turun tapi, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT menunjukan peningkatan dari 6,59% pada Februari 2014 menjadi 6,72% pada bulan yang sama ditahun ini atau tingkat pengangguran naik sebesar 0,13 poin,” kata Utami.

Secara umum, struktur ketenagakerjaan Maluku pada bulan Februari 2015 mengalami perubahan yang cukup signifikan, jika dibandingkan dengan keadaan setahun lalu.

Untuk jumlah angkatan kerja di Maluku pada Februari, tercatat sebanyak 711.056 orang, berkurang sebanyak 17.022 orang dibanding angkatan kerja pada bulan yang sama tahun 2014 yang tercatat sebanyak 728.078 orang.Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Maluku pada Februari 2015, sebanyak 663.261 orang, berkurang sebanyak 16.814 orang dibandingkan keadaan Februari 2014 yang tercatat sebanyak 680.075 orang.

“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK Februari 2015 sebesar 63,71%, alami penurunan dibandingkan Februari 2014 yang tercatat sebesar 66,84%. Penurunan TPAK ini mengindikasikan turunnya pasokan tenaga kerja yang tersedia di Maluku,” tuturnya.

Bila dilihat TPT menurut jenis kelamin, terlihat bahwa tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki. Dalam periode Februari 204-2015, TPT laki-laki menurun sebanyak 0,15 point dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,65%. Sementara tingkat pengangguran perempuan justru semakin meningkat dari sebelumnya 9,2% menjadi 9,85%. Untuk pengangguran berdasarkan pendidikan dan usia diatas 15 tahun, yang paling banyak adalah berpendidikan SMA ke atas.

Sedangkan, selama satu tahun terakhir (Februari 2014- Februari 2015) dari sembilan sektor dalam perekonomian, ada enam sektor yang mengalami peningkatan, yakni sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik, gas dan air minum, sektor kontraksi, sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi, sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi serta sektor lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan, dan jasa.

Tiga sektor lainnya yang alami penurunan jumlah pekerja adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, sektor indukstri dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan. (IWU)

Most Popular

To Top