Jokowi Temui Warga di Jalan – Ambon Ekspres
Trending

Jokowi Temui Warga di Jalan

Jatahin Ambon 100 M

AMBON, AE— Setelah membuka secara resmi Rapat kerja nasional Asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia di Natsepha Hotel, kemarin, Presiden Joko Widodo langsung mengitari pusat kota Ambon. Rencana ini diluar agenda protokoler kepresidenan. Seperti biasa, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menghampiri warga kota di dua ruas jalan berbeda.

Meluncur dari Natsepha Hotel, sekira pukul 10.00 bersama rombongan. Di dalam mobil kepresidenan itu, sudah ada ratusan buku tulis dan  pakaian. Pengamanan agak longgar. Tak seperti beberapa presiden sebelumnya yang menyinggahi Ambon, kedatangan RI 1 di pusat kota, tidak terlihat pengamanan khusus.

Dimana Jokowi akan tuju, juga tak dijadwalkan sama sekali. Semuanya mengikuti arahannya. Saat melintas di depan Ambon City Center, Passo, RI 1 tiba-tiba berhenti. Semua rombongan juga berhenti. Dengan santai, Jokowi turun dari mobilnya. Dia berdiri disamping RI 1. Pasukan pengamanan presiden mengitari mobil anti peluruh itu.

Di sekitar jalan itu sudah berdiri banyak sekali warga. Mereka berusaha menghampiri. Paspampres mulai memperketat pengamanan, namun lagi-lagi karena ingin dekat dengan rakyat, pengamanan kendor juga. Buku-buku tulis dan pakaian dibagi ke masyarakat. Banyak diantara warga lebih memilih berjabat tangan ketimbang menerima buku.

BACA JUGA:  Jokowi: Tutup Gunung Botak

‘’Ini luar biasa sekali. Presiden mau turun liat katong (lihat kita). Seng sama presiden laeng (lain). Katong (kita) bangga,’’ sahut salah satu warga yang hanya menggunakan kaos oblong, celana pendek, dan sandal jepit.

Hal serupa juga disampaikan salah seorang ibu. ‘’Baru pertama kali katong liat presiden secara langsung. Dan lebih luar biasa lagi, beliau mau turun temui kita di jalan. Katong betul-betul bangga,’’ ungkap sang ibu itu.

Jokowi kurang lebih 15 menit bersama warga disana. Tidak ada dialog. Hanya jabat tangan dan bagi-bagi bingkisan, setelah itu RI 1 bersama rombongan menuju pusat kota. Di depan Hotel Amboina, kembali RI 1 diperintahkan berhenti oleh tuannya.

Disana, Jokowi kembali keluar dari mobilnya. Warga berlarian mendekati Jokowi. Berebutan jabat tangan pun tak terelakan. Jokowi meladeni dengan wajah senyumnya yang khas. Dia juga membagi-bagikan buku dan pakaian kepada warga sekitar. Namun tak lama. RI 1 kembali meluncur, dan menuju Bandara Pattimura, tanpa menyinggahi lagi Lapangan Merdeka.

BACA JUGA:  Jokowi: Tutup Gunung Botak

Sebelumnya, kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Maluku, tak hanya sekadar membuka Rapat kerja nasional Asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia, atau ke Pulau Buru, tapi juga menjanjikan duit ratusan miliar buat kota-kota di tanah air. Ambon dan Tual mendapat Rp100 miliar.

‘’Mulai tahun 2016 mendatang, Pemerintah Pusat (Pempus) akan memberikan kurang dan lebih Rp100 miliar kepada kota-kota di Indonesia,’’ kata Jokowi saat membuka Rakernas Apeksi yang berlangsung di The Natsepa Hotel, Kamis (7/5).

Bantuan anggaran Rp100 M, sebagai tambahan untuk mengurangi beban anggaran pembangunan karena tingginya pembiayaan aparatur. “Saya melihat postur anggaran di kota dan kabupaten sangat berat, setelah kita hitung secara nasional anggaran pembangunan hanya 18 persen, semua termakan anggaran rutin dan anggaran aparatur. Dana ini sebagai injeksi dari Pempus, memang harus berani kita alihkan seperti itu,’’ terangnya.

Pemberian tambahan anggaran itu, akui Jokowi, akan diwujudkan dalam bentuk Instruksi presiden (Inpres). Namun, penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Dia mencontohkan, untuk bidang pendidikan, jalan atau infrastruktur pendukung lainnya.

BACA JUGA:  Jokowi: Tutup Gunung Botak

‘’Semuanya berdasarkan usulan dari Pemerintah Kota (Pemkot). Mau bangun pasar misalnya anggarannya Rp 18 M atau 20 M. Tapi kita ingin fokus pada insfrastruktur, pelabuhan juga bisa, kita kumpulkan baru diberikan dalam bentuk Inpres,’’ paparnya.

Wali Kota Manado yang juga ketua Rakernas APEKSI ke-IX Vicky Lumentut meminta, Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan  kota-kota di Indonesia yang mengalami kerusakan. Ketidaktahuan masyarakat terkait kategori jalan kota, provinsi, dan nasional, membuat pemerintah sering menjadi tempat protes.(ARI)

Most Popular

To Top