Jokowi: Tutup Gunung Botak – Ambon Ekspres
Trending

Jokowi: Tutup Gunung Botak

Namlea, AE— Presiden RI, Joko Widodo perintahkan Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Wiyarto dan Kapolda Brigjen Murad Ismael untuk menutup Lokasi tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Kepulauan Buru. Lokasi penanaman padi perdana yang dilakukan Presiden, kini terancam dicemari oleh limbah mercuri dan sianida akibat penambangan Gunung Botak tanpa kendali.

Perintah Jokowidodo ini disampaikan setelah mendengar penjelasan resmi dari Gubernur Maluku, Said Assagaff. Assagaff mengatakan, dugaan adanya pencemaran lingkungan akibat pemakaian mercuri dan cianida di Kabupaten Buru sejak adanya lokasi tambang Gunung Botak, sudah mencemari lingkungan.

“Saya minta kepada Kapolda Maluku beserta jajarannya segera mengambil langkah tegas untuk menutup lokasi tambang Gunung Botak, yang sudah beraktivitas selama kurang lebih 3 tahun itu,” tegas Jokowi, dalam kegiatan kunjungan kerja Presiden di arena panen raya, Kamis (7/5).

Jokowi juga mengatakan, lokasi tambang tersebut tidak berizin dan masih berstatus ilegal. “Sebagaimana barang ilegal harus disita, pertambangan ilegal juga harus ditutup demi kelangsungan pertumbuhan lingkungan Kabupaten Buru yang baik dan sehat,” kata dia dihadapan sebagian menteri kabinet kerja, kemarin, di Pulau Buru.

Sebelumnya dihadapan ribuan petani, Jokowi meminta agar para petani bisa meningkatkan produksi beras dari 1 sampai 2 ton per hektar menjadi 3 ton sampai 4 ton per hektar. Demikian pula jagung dari 2 ton sampai 3 ton per hektar menjadi 9 ton per hektar.

Sebelum melakukan penanaman perdana, Jokowi sempat menyerahkan kartu pintar dan kartu sehat secara simbolis kepada perwakilan masyarakat yang terdata sebagai penerima. Jokowi juga sempat berbincang dengan beberapa siswa yang menjadi penerima kartu pintar dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan dengan hadiah sepeda.

Usai memberikan kartu pintar dan kartu sehat, Jokowi juga melakukan penandatanganan prasasti pembangunan bendungan Waeleman. Jokowi meminta agar pengairan bisa secepatnya dilakukan agar membantu peningkatan produksi pertanian. Dia berjanji memantau terus progress pertanian di Kabupaten Buru.

Selain pengairan, untuk meningkatkan produksi beras di Buru, Jokowi akan memberikan atau menambah bantuan traktor sebanyak 20 buah. Sebelumnya sudah ada 7 traktor bantuan dari Menteri Pertanian, dan penambahan bibit padi dan jagung.

Jokowi berharap, agar petani di Kabupaten Buru bisa menggarap sawah 10 ribu hektar bantuan dari Pemerintah pusat itu dengan baik agar pertanian modern  bisa dikembangkan di Kabupaten Buru.

Setelah bertemu ribuan petani, Jokowi langsung menuju arena penanaman perdana. Jokowi mengaku, Buru memiliki potensi pertanian yang besar setelah melihat sawah yang terbentang luas. Dia berjanji akan kembali di Kabupaten Buru dua tahun lagi untuk melakukan panen raya.

Presiden RI Joko Widodo  bersama Ibu Negara Iryani Jokowi tiba di Kabupaten Buru pada Kamis, (7/5) sekitar pukul 02.30 WIT dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU, dan mendarat di heliped yang dibangun mendadak di dalam lingkungan Polsek Waeapo.

TERCEMAR
Sementara hasil penelitian para peneliti Unpatti ditemukan, area persawahan  di Kabupaten Buru terancam   mercury akibat aktivitas penambang emas di Gunug Botak. Bila hal itu tidak segera diantisipasi dengan upaya pencegahan, maka padi di persawahan di sana tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Penelitian sudah dilakukan sebanyak tiga kali di area Gunung Botak sebagai tempat aktivitas penambang emas. “Penelitian  terakhir, kami bersama tim dari Australia  pada tahun 2014. Hasilnya, memang pencemaran mercuri  di sekitar Gunung Botak sudah diatas ambang batas, sehingga berpotensi mencemari lingkungan disekitar, termasuk  area persawahan di sana bila tidak diantisipasi sejak dini,” ungkap pengamat lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Prof.  Rafael Osok.

Diakuinya, hingga saat ini belum melakukan penelitian secara langsung di area persawahan. Namun, dengan melihat kondisi di sekitar Gunung Botak, tidak menutup kemungkinan mercury akan mencemari sawah. “Apalagi, Gunung Botak kan di atas, sementara persawahan berada dibawah, sehingga mercuri mudah  masuk sawah bila terbawa aliran air saat musim hujan,” ungkapnya.

Dikatakan, kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya tromol rumah warga  setempat yang digunakan sebagai alat untuk memisahkan pasir dengan emas. Itu yang juga makin mengancam kehidupan masyarakat di sana

“Mercuri di sana sudah diatas ambang batas. Kalau saja mencemari air yang mengalir ke sawah, kan itu berbahaya bagi manusia. Tapi saya lupa data-data lengkapnya,” katanya.

Rafael Osok juga mengungkapkan, pihaknya juga belum meneliti tentang dampak mercuri terhadap  padi dan tanaman  serta makhluk hidup lain selain manusia.  Namun dia memastikan, bila padi tercemar dan dikonsumsi oleh manusia, maka sudah pasti manusia yang menanggung akibatnya.
(CR8/MAN)

Most Popular

To Top