Koordinator Seluruh Kopertis Gelar Raker di Malteng – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Koordinator Seluruh Kopertis Gelar Raker di Malteng

Bupati: Apresiasi Promosi Wisata Malteng

MASOHI, AE.—Para koordinator kopertis seluruh wilayah di Indonesia menggelar rapat kerja (Raker) di Ora Beach, Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah, mendapat apresiasi bupati Tuasikal Abua.

Apresiasi tersebut karena kehadiran para koordinator pendidikan tinggi merupakan langkah strategis sejalan dengan upaya pemerintah kabupaten dalam mengembangkan sumber daya. “Pemkab sungguh apresiasi terpilihnya Malteng sebagai tempat Raker, ini langkah strategis dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia,” ujar bupati, ketika menerima para koordinator di Aula Pandopo, Kamis, (7/5).

Berkaitan dengan itu, untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di Maluku Tengah, Pemkab sebut bupati telah membangun sejumlah perpustakaan, yakni perpustakaan daerah, desa maupun di sekolah-sekolah. Hal ini wujud dari program Tabaos Masohi Menata negeri, serta Masohi Pamahanu negeri. “Disamping itu kehadiran para koordinator ini secara langsung ikut mempromosikan objek wisata di Malteng,” aku bupati.

Sementara, koordinator kopertis wilayah XII Maluku-Maluku Utara, Zainuddin Notanubun mengungkapkan, Raker ini adalah upaya penyatuan persepsi semua koordinator kopertis di Indonesia dalam mengambil kebijakan.  “Intinya tidak ada kesenjangan pendidikan antara satu wilayah dengaan wilayah lain, semua sama,” tukasnya.

Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang sistim pendidikan perguruan tinggi katanya saat ini dalam masa transisi seiring perubahan regulasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Jadi sekarang namanya lembaga layanan perguruan tinggi, nah kita lagi menunggu operasionalnya,” terang Notanubun.

Ditambahkan, kedepan Lembaga Layanan Pendidikan tersebut nantinya akan memberikan layanan hingga Perguruan Tinggi terutama menyangkut mutu dan kualitas adalah soal akreditasi. Nah, khusus untuk wilayah XII masih banyak prrogram study yang terakreditasi C. “Tapi kita dorong untuk mencapai akreditasi baik karena alumni akan mengalami kesulitas dengan standar yang ditentukan sebuah instansi,” jelasnya.

Faktor lain yakni tenaga pengajar yang belum memenuhi kualifikasi sesuai dengan UU Guru dan Dosen. Nah, kondisi demikian memaksa pemerintaah mengambil kebijakan. “Untuk dosen harus S2 dan tahun ini diberikan biaya oleh pemerintah untuk sekolah, kalau tidak gunakan kesempatan itu tahun depan tidak diperkenankan untuk mengajar,” tutupnya. (ANC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!