Kasasi Setelah Ditekuk Terdakwa – Ambon Ekspres
Trending

Kasasi Setelah Ditekuk Terdakwa

AMBON,AE— Dalam dua bulan terakhir, Jaksa Penuntut Umum kalah dalam pembuktian kasus korupsi di pengadilan tindak pidana korupsi Negeri Ambon. Mereka tidak berhasil menjerat para terdakwa. Terdakwa akhirnya bebas, meski kasasi kini sudah dilayangkan oleh Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kasus pertama bebasnya terdakwa korupsi multimedia. Terakhir dua pekan lalu, JPU kembali kalah dalam lima perkara kasus korupsi dana asuransi. Untuk kasus asuransi jaksa belum melayangkan kasasi. Sementara untuk multimedia, Kejati Maluku sudah layangkan kasasi. Kasasi dilakukan, karena para terdakwa dinyatakan bebas murni.

“Memori kasasi sudah dikirim ke MA melalui PN Tipikor Ambon,’’ kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Kin Palapia, kepada Koran ini. Langkah hukum kasasi yang ditempuh jaksa, lanjut Palapia, karena sebelumnya majelis hakim PN Tipikor Ambon menjatuhkan vonis Visprak atau bebas terhadap tiga terdakwa. Diantaranya, Bernadus Andre Jamlay, Elias Soplantila, dan Marten Latupeirissa.

“Langkah itu kita tempuh karena majelis hakim PN Tipikor memvonis bebas tiga terdakwa yang didakwa bersalah dalam kasus ini,’’ jelasnya.

Majelis hakim dalam amar putusannya mengatakan, para terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan peralatan multimedia tahun 2011. Putusan majelis hakim itu berdasarkan pertimbangan fakta sidang dan hasil pemeriksaan lapangan pada sejumlah sekolah yang menerim peralatan multimedia.

Dalam fakta terbukti Marthin Latupeirissa selaku rekanan penyedia alat-alat multimedia telah melaksanakan tugasnya sesuai kontrak.

Putusan itu ternyata diluar dugaan JPU. Pasalnya, JPU mengharapkan agar majelis hakim menjatuhkan hukum 2 tahun penjara terhadap tiga terdakwa. Olehnya itu, Palapia berharap, agar nantinya MA dalam mengambil keputusan terkait kasus ini, dapat menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya.

Terpisah, Humas PN Ambon, Ahmad Bukhori ketika dikonfirmasi mengatakan, pihak Panitera telah memproses memori kasasi yang diserahkan JPU itu. “Sudah kita proses dan dikirim memori kasasi terkait kasus Multimedia itu ke MA, “tandasnya.

Sementara untuk kasus asuransi sampai kemarin, belum diajukan kasasi atas putusan Onslag majelis hakim. Kejati berdalih, masih memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan diajukannya kasasi. ‘’Kita masih punya waktu untuk kasasi,’’kata Palapia dalam beberapa kesempatan.

Sebelumnya, praktisi hukum, Dani Nirahua mengatakan, putusan majelis hakim pengadilan Tipikor Ambon terhadap Walikota dan Wakil walikota Tual non aktif MM. Tamher dan Adam Rahayaan, maupun tiga terdakwa lainnya atas kasus dugaan korupsi dana asuransi anggota DPRD kabupaten Maluku Tenggara sudah tepat. Apalagi, telah ada surat edaran Kejaksaan Agung tentang larangan bagi jaksa untuk menggunakan Peraturan Pemerintah nomor 110 tahun 2000 tentang keuangan DPRD.

‘’Memang ada edaran Jampidus Kejagung yang menyebutkan bahwa proses suatu perkara yang berpatokan pada PP 110, itu tidak boleh. Tentu sudah menjadi yurisprudensi. Tapi saya tidak bisa komentar lebih jauh tentang proses hukum yang telah diputuskan majelis hakim,’’ kata praktisi hukum, Dani Nirahua, Kamis (7/5).

Tapi, secara umum kata dia, dalam memutus suatu perkara, hakim tentu sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Diantaranya, dua alat bukti yang cukup dan meyakinkan hakim. ‘’Jadi bukan soal apakah pihak yang membuktikan itu lemah atau tidak. Bukan itu, saya tidak melihat seperti itu, tapi dalam kenyatannya, fakta-fakta persidangan memang demikian, sehingga apa yang diputuskan adalah yang saya sebut mahkota hukum yang diberikan oleh pengadilan,’’ katanya. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!