Jaksa Kasasi Kasus Tamher Cs – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Kasasi Kasus Tamher Cs

AMBON,AE— Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku,resmi menyatakan langkah hukum Kasasi, terkait putusan Onslag atau bebas terhadap lima terdakwa, termasuk Walikota Tual nonaktif MM Tamher-Wawali Tual nonaktif Adam Rahayaan, dalam kasus dugaan korupsi dana asuransi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.

Putusan jaksa penuntut umum Kejati Maluku, setelah berkoordinasi kurang lebih 12 hari, terhitung putusan majelis hakim Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, yang menjatuhkan vonis Onslag Walikota Tual MM Tamher. Kasasi disampaikan ke Mahkamah Agung (MA) melalui PN Ambon. “Hari ini (kemarin red) tim JPU sudah menyatakan Kasasi,’’ ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada Koran ini, Senin (11/5).

Dikatakan, secara resmi pihaknya telah mengajukan Kasasi. Namun untuk memori kasasi, akan menyusul 14 hari kemudian, setelah pernyataan kasasi. “Waktu yang diberikan untuk menyatakan sikap, yakni 14 hari. Dan sebelum 14 hari kami sudah nyatakan Kasasi. Sementara waktu untuk mengajukan memori kasasi 14 hari, setelah pernyataan kasasi. Jadi, waktu seluruhnya 28 hari,’’ jelasnya.

Palapia berharap, hakim MA nantinya dalam mengambil keputusan, dapat memutuskan yang seadil-adilnya. Dengan begitu, rasa keadilan dapat diciptakan. Lebih lanjut Palapia mengatakan, langkah kasasi itu ditempuh, karena jaksa berpatokan pada putusan majelis hakim PN Ambon sebelumnya, yang telah memvonis bersalah 14 terpidana kasus asuransi Malra.

“Langkah ini kami ambil karena berpatokan pada putusan yang sebelumnya. Dimana, majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan dan 1 tahun 6 bulan terhadap 14 terpidana yang telah kami eksekusi,’’ tegasnya.

Pengamat hukum Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, Dayanto SH mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh pihak Kejati Maluku. Menurutnya, Kasasi merupakan langkah hukum yang tepat dari jaksa.

“Kasasi yang ditempuh jaksa itu sangat baik. Mengingat, putusan Onslag terhadap walikota Tual MM Tamher, wakil walikota Tual, Adam Rahayaan dan tiga terdakwa lainnya bisa dikatakan kontroversial di kalangan publik,’’ ucapnya.

Kejaksaan menempuh kasasi ke MA agar nantinya putusan Onslag itu akan diuji penerapan hukumnya. Dalam artian, apakah penerapan hukum dari fakta-fakta yang terungkap di PN Tipikor yang menjadi vonis Onslag sudah benar atau tidak. “Pada tingkat MA, hakim akan menguji penerapan hukum yang dipakai oleh hakim PN dalam mengambil keputusan sudah sesuai atau tidak. Atau, bisa saja MA berpendapat lain,’’ katanya.

Berdasarkan putusan PN, hakim menyatakan bahwa ada perbuatan. Namun karena adanya pengembalian kerugian negara oleh terdakwa sesuai rekomendasi BPK, maka menghilangkan perbuatannya. Dayanto menjelaskan, di dalam norma hukum UU Tipikor, menganut asas bahwa suatu tindak pidana korupsi tidak bisa hilang walaupun seorang terdakwa telah mengembalikan kerugian negara.

“Yang kita tahu, dalam UU Korupsi, pengembalian kerugian negara itu secara langsung tidak bisa menghilangkan sifat melawan hukumnya. Hal itu hanya meringankan saja,’’ jelasnya.

Terkait kasus Asuransi, majelis hakim dalam memvonis onslag, juga mempertimbangkan edaran MA. Namun apakah surat edaran dapat mengeliminasi UU? Soal itu, Dayanto menjawab, biarlah MA yang menilai. Karena sebelumnya, sudah ada terdakwa yang divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara. Sementara untuk lima terdakwa yang didalamnya ada walikota dan wakil walikota Tual divonis Onslag. Hal itu seakan-akan menjadi diskriminasi hukum. “Masyarakat kan sudah tahu, kalau sebelumnya ada terdakwa yang divonis bersalah dan sudah menjadi terpidana. Sementara yang lain divonis Onslag. Namun, semua itu biarlah MA yang menilai,’’ tandasnya.

Menurut dia, PN, mengambil keputusan berdasarkan fakta hukum. Sementara PT maupun MA, memeriksa perkara banding dan Kasasi, itu memeriksa penerapan hukum dari fakta hukum. Apakah sudah benar penerapan hukum itu atau belum. Semua itu wewenang dari MA. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!