Kadis Kesehatan Buru Bakal Lapor Polisi – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kadis Kesehatan Buru Bakal Lapor Polisi

Terkait Tuduhan Penyelewengan Dana BPJS

NAMLEA, AE—Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Buru, Saparudin mengakui dirinya nyaris diperas seseorang yang mengaku sebagai Nelson Butar Butar SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Namlea. Hal ini, disampaikannya kepada wartawan, Sabtu (9/5).

Saparudin yang ditemani Koordinator BPJS Dinkes Buru, Im Warhangan dan tiga staf yang bertugas memonitor pemanfaatan dana BPJS ditingkat puskesmas dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak menyalahgunakan dana kapitasi yang disalurkan BPJS kepada 10 puskesmas di Buru. Dirinya juga menyanggah tuduhan yang ditujukan kepadanya dengan mengatakan tidak ada potongan 20 persen atau setoran 20 persen di dinas kesehatan.

Dia mengaku, saat demonstrasi yang menuduh dirinya melakukan pemotongan dana tersebut, dia tidak berada di tempat dan sementara mengikuti kegiatan di Ambon. Dia bahkan menjelaskan bahwa sehari setelah aksi demo berlangsung, dirinya mendapat pesan singkat (SMS) dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Namlea, Nelson Butar Butar.

Dijelaskan,’SMS tersebut bertuliskan agar Saparudin mengangkat teleponnya. Kemudian setelah mengangkat telefon, pria yang mengaku sebagai Kejari Namlea itu langsung menanyakan masalah penyaluran dana Pukati BPJS kepada puskesmas di Buru serta menyinggung adanya pemberitaan terkait dugaan sunatan dana sebesar Rp 1,8 milyar. ‘’Usai menyinggung permasalahan tersebut, pria yang menelfonnya itu mengatakan kalau dirinya sementara bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku dan langsung meminta uang sebesar Rp 75 juta,’’ terangnya.

Dugaan pemerasan itu bukan saja datang dari oknum yang mengaku sebagai Kajari Namlea. Namun ada juga oknum tertentu yang sempat meminta sejumlah uang dari Saparudin dengan mendatangi kantor dan juga rumahnya. ‘’Saya tidak memberi uang kepada mereka yang meminta uang karena memang mengaku tidak ada uang dan merasa tidak melakukan kesalahan apapun,’’ ujarnya.

Saprudin menandaskan, kasus tersebut juga sampai ke telinga Bupati Buru, Ramly Umasugi yang langsung memanggil Saparudin dan Im Warhangan untuk menanyakan seputar masalah tersebut. ‘’Kami sudah jelaskan kepada bupati bahwa dituduhan itu tidak benar.  Dana yang sudah disalurkan kepada puskesmas juga bukan Rp 5,4 milyar seperti yang dituduhkan melainkan Rp 4 milyar lebih dan tidak pernah diselewengkan,’’ jelasnya.

Mendengar penjelasan tersebut, lanjut dia, bupati kemudian menginstruksikan kepada Saparudin untuk melaporkan tuduhan itu kepada polisi. ‘’Jadi saya akan mengikuti instruksi bupati dengan melaporkan permasalahan tersebut kepada Polres Buru untuk ditindak lanjuti dan ditangani sesuai hukum yang berlaku,’’ tegasnya.(CR8)

Most Popular

To Top