Kasus Narkoba Perwira Polda Masih Didalami – Ambon Ekspres
Metro Manise

Kasus Narkoba Perwira Polda Masih Didalami

AMBON, AE— Sikap keseriusan dalam pemberantasan narkoba, terus dilakukan bukan saja secara ekternal akan tetapi internal juga tetap dilakukan untuk menuntaskan kasus tersebut. Olehnya itu, penyidik dari Ditresnarkoba Polda Maluku masih mendalami kasus narkoba yang melibatkan seorang perwira Polda Maluku berpangkat AKP.

Oknum polisi berinisial L itu sebelumnya diamankan Bidpropam Polda Maluku atas dugaan pencaloan penerimaan anggota polri. Namun setelah dilakukan penggeledahan, polisi ternyata menemukan satu alat pengisap (bong) narkotika jenis shabu dirumahnya.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Hasanuddin Mukaddar kepada wartawan diruang kerjanya menjelaskan, dari hasil penyelidikan terbukti AKP L mengggunakan narkotika. Dengan demikian, oknum polisi tersebut selanjutnya diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Maluku untuk diproses lanjut. “Untuk kasus narkobanya itu, langsung diserahkan dari propam dan paminal kepada ditresnarkoba untuk penyelidikan lanjutan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terkait alat pengisap narkoba yang ditemukan dalam rumah perwira pertama itu. “Penyelidikannya seputar alat isap dan narkotika jenis sabu. Sudah beberapa saksi diperiksa penyidik,” jelasnya.

Untuk kasus pencaloan, lanjut Mukaddar, dari hasil penyelidikan sementara terbukti AKP L melakukan tindakan pencaloan sejak 2014. “Ada dua kasus 2014 dan 2015. Masing-masing 2014 itu satu kasus dengan korban Ny Marince Metiary Tohilau yang mengalami kerugian Rp 7 juta. Sementara untuk tahun 2015 ini korbannya SK aliasnya Ari. Totalnya Rp 26 juta, namun karena sebagian sudah dikembalikan maka sisanya kerugian itu Rp 16 juta,” terangnya.

Pelaku sendiri, lanjut dia, kini sudah diamankan di Rutan Polda Maluku untuk diperiksa lebih lanjut. “Sudah ditahan. Dan dalam pemeriksaan bahkan untuk kasus ini masih dilakukan pendalaman lagi,” ujarnya.

Disinggung soal sanksi terkait tindakan oknum polisi tersebut, Mukaddar tak mau berkomentar lebih jauh. Menurutnya, sanksi itu merupakan kewenangan pimpinan. “Yang pasti siapapun yang bersalah pasti dihukum karena melanggar hukum. Sanksinya seperti apa, itu tergantung kasus dan masalah. Dan itu kewenangan atasan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, AKP L diamankan Bidpropam Polda Maluku pada Senin (4/5), sekira pukul 22.00 WIT dikediamannya di kawasan SPN Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.(AHA)

Most Popular

To Top