Satu Tersangka Baru Kasus Benjina – Ambon Ekspres
Trending

Satu Tersangka Baru Kasus Benjina

AMBON,AE— Aparat kepolisian dari Polres Kepulauan Aru, kembali menetapkan satu tersangka tambahan dalam kasus adanya dugaan perdagangan manusia, yang terjadi di PT Pusaka Benjina Resources atau PBR, beberapa waktu lalu. Penambahan satu tersangka yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, ditetapkan setelah penyidik Polres Aru, melakukan pengembangan dari empat tersangka yang telah ditetapkan lebih awal oleh penyidik.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Hasanuddin Mukaddar, kepada wartawan diruang kerjanya Selasa (12/5) siang kemarin. Kata dia, sesuai laporan yang diterima oleh pihaknya, penambahan satu tersangka itu diduga terlibat langsung bersama keempat rekannya yang lebih dulu ditetapkan itu.

“Sesuai laporan Polisi yang kami terima dari Kepolisian Sektor Aru Tengah, Lewat Polres Kepulauan Aru,  sudah ada lima warga Negara asing yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan perdagangan manusia. 4 orang lebih awal ditetapkan, sementara satunya tadi (kemarin) baru ditetapkan. Identitasnya belum saya terima. Nanti saya infokan paling lambat besok (hari ini),” jelasnya.

Mantan Kapolres Seram Bagian Timur ini, mengatakan kelima tersangka itu, terbukti melanggar pasal 2, pasal 3, dan pasal 13 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan manusia/orang dan pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum   Pidana (KUHAP).

“Mereka ini terbukti melakukan tindakan yang melanggar pasal-pasal dan Undang-Undang diatas. Mereka diantara HM, M, HP, dan BJ diduga  melakukan tindak pidana perdagangan orang. Mereka terancam hukuman penjara 3 sampai 15 tahun. Dan kasus mereka ini masih dalam penyelidikan oleh Polres Aru. Kasus ini sudah menjadi fokus dari Mabes Polri. Sehingga kita harus bekerja keras,” katanya.

Lima tersangka  terlibat  kerja sama untuk mendatangkan  tenaga kerja dari luar negeri, yakni dari  Myanmar untuk bekerja di PT.  PBR.  Namun, tindakan mereka mengarah pada tindakan perdagangan orang, karena ditemukan sejumlah pelanggaran.

Tak hanya kelima tersangka itu yang diamankan oleh pihak kepolisian, melainkan juga ada sejumlah kapal milik perusahaan tersebut yang diduga tidak memiliki document,  turut diamankan oleh pihak kepolisian setempat.

“Rata-rata kapal Asing, yakni KM Antasena 311, KM Antasena 141, KM Antasena 315, KM antasena 333, dan KM antasena 342 serta KM Antasena 819. Kapal-kapal itu kini diamankan di Aru. Tidak memiliki document lengkap dan itu akan dijadikan sebagai barang bukti nanti,” terangnya.

Para tersangka itu kata Mukaddar, kini telah diamnkan dan dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Kepulauan Aru. “Sementara sudah ditahan dan diperiksa,” tutup pria dengan dua melati dipundaknya itu.

Sementara itu Kapolres Kepulauan Aru, AJun Komisaris Besar Polisi Harold Huwae, belum berhasil dimintai keterangannya seputar penambahan satu tersangka baru itu. (AHA)

Most Popular

To Top