Kapolda Maluku Diminta Tinjau Kinerja Anak Buah – Ambon Ekspres
Metro Manise

Kapolda Maluku Diminta Tinjau Kinerja Anak Buah

Buntut Terbakarnya SD Inpres Haria

AMBON, AE— Kapolda Maluku Brigjen Pol Murad Ismail diminta untuk meninjau kinerja anak buahnya yang bertugas di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) khususnya dalam mengatasi ketegangan antara Desa Haria dan Desa Porto. Pasalnya, peristiwa kebakaran di SD Inpres Haria, pada 11 Mei lalu, dinilai karena kinerja kepolisian yang tidak jelas.

Kami memohon Kapolda Maluku untuk meninjau kinerja anak buahnya yang bertugas mengatasi ketegangan masyarakat di perbatasan Haria-Porto,” ungkap Kepala Pemerintahan (Raja) Negeri Haria, Jacob Michel Manuhutu kepada Ambon Ekspres, via selulernya, Kamis (14/5).

Dikatakan, sudah ada kesepakatan bersama antara pemerintahan negeri Porto dan Haria serta muspika serta aparat keamanan terkait pengamanan di kawasan perbatasan kedua desa. Namun dirinya menyesali bisa terjadi peristiwa kebakaran yang diduga sengaja dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK).

Ironisnya, peristiwa itu justru menimpa sarana pendidikan yakni SD Inpres Haria. ‘’Aneh sekali. Padalah dilokasi tersebut masuk wilayah pengamanan oleh aparat kepolisian dari Polsek Saparua,” tandas dia.

Dirinya menilai, petugas keamanan yang ditempatkan di lokasi itu lalai sehingga bisa memicu ketegangan antar warga. ‘’Kita sudah sepakat bersama muspika dan aparat keamanan bahwa lokasi dari SD Inpres Haria ke arah Saparua diamankan polisi. Sedangkan wilayah dari arah Air Raja ke Dermaga Haria diamankan TNI dari Yonif 731/Kabaresi. Nah, ketika terjadi kebakaran pada sekolah itu maka kita menilai ada kelalaian dari kepolisian yang melakukan pengamanan di wilayah tersebut,” ungkap Manuhutu.

Dikatakan, jika aparat siaga, tidak mungkin kebakaran tersebut dapat terjadi. ‘’Peristiwa kebakaran ini menghanguskan 3 ruangan dan kerugiannya cukup besar. Diperkirakan kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Kalau aparat yang bertugas di lokasi tersebut tetap siaga, tidak mungkin peristiwa ini dapat terjadi,” tandas dia.

Manuhutu justru member apresiasi kepada prajurit TNI yang hanya berjumlah 12 orang. Menurut dia, jika prajurit itu ditambah maka mereka bisa mengcover seluruh wilayah yang ada di perbatasan Haria-Porto. ‘’Jumlah prajurit TNI yang berada di Haria sangat kecil sehingga mereka juga tidak bisa berbuat banyak saat peristiwa itu terjadi. Apalagi sudah ada kesepakatan terkait batasan wilayah pengamanan,” terang dia.

Untuk itu, dirinya berharap Kapolda bisa turun langsung dan melihat kinerja anak buahnya di Saparua. ‘’Kami mohon dengan hormat kepada Kapolda Maluku kalau bisa turun langsung dan melihat kondisi yang ada. Polisi juga diharapkan dapat menangkap pelaku pembakaran,” tandas dia.(KIE)

Most Popular

To Top