Masalah Pengungsi Negeri Lima Harus Diselesaikan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Masalah Pengungsi Negeri Lima Harus Diselesaikan

AMBON, AE—Anggota Komisi C DPRD Maluku, Saadia Uluputty meminta Pemkab Malteng untuk segera menyelesaikan permasalahan pengungsi di Desa Negeri Lima akibat jebolnya Danau Wae Ela pada Juli 2013 lalu.

Menurutnya, Pemkab Malteng perlu segera menyelesaikan permasalahan pengungsi termasuk menyangkut perumahan yang hingga kini belum selesai. “Perlu ada komunikasi dengan seluruh elemen, baik Pemkab Malteng, Pemprov Maluku dan seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan masalah pengungsi di Negeri Lima yang hingga kini belum terselesaikan termasuk masalah perumahan.

Karena rumah menjadi kebutuhan pokok yakni kebutuhan primer bagi mereka,” ungkap Uluputty kepada wartawan usai Pelantikan Raja Negeri Lima, Senin (11/5).

Dikatakan, permasalahan pengungsi sudah dialihkan kewenangannya dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten. Maka semestinya Pemkab Malteng lebih proaktif dalam menyelesaikan permasalahan pengungsi.

“Hingga kini, sebagaimana kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Untuk dana recovery, masyarakat akan mendapatkan dana pendampingan untuk pembangunan rumah sebesar Rp 49 juta. Ini terdiri dari Rp 20 juta dana dari BNPB, Rp 10 juta dari Kemensos RI, Rp 9 juta dari Kemenpera RI dan Rp10 juta dari pemerintah provinsi dan kabupaten.

Yang baru terealisasi adalah 20 juta dari BNPB. Sedangkan Rp 10 juta dari Kemensos RI itu sudah disosiaslisikan agar masyarakat membuka rekening KUBE atas nama masyarkaat pengungsi. Dan pemerintah menjanjikan agar dengan rekening itu Kemensos bisa mencairkan dana kementrian sosial. Tapi hingga hari ini belum terealisasi,” bebernya.

Politisi PKS ini mengaku, Pemkab Malteng hingga kini belum proaktif terhadap penyelesaian pengungsi di Desa Negeri Lima walaupun sudah pernah berkomunikasi dengan masyarakat. Untuk itu, dirinya mengharapkan agar ada kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa yang baru saja dilantik.

“Semoga ada kerjasama antara Pemkab Malteng dengan pemerintah desa yang baru dilantik bupati. Kita berharap janji dari Menkokesra saat mengunjung Negeri Lima harus ditagih kembali. Khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan dasar yaitu ketersediaan perumahan,” terangnya.

Sementara itu, Raja Negeri Lima Hi Muhammad Guzali Soulissa, etika ditemui pasca pelantikan mengatakan, visi misi dirinya saat terpilih dan dilantik sebagai Upulatu Ulinau Hena Helu adalah akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak masyarakat yang ada di negeri itu.

“Visi misi saya, setelah saya terpilih sebagai seorang raja, saya akan memperjuangkan hak-hak dari masyarakat Negeri Lima. Saya akan kembali berkomunikasi dengan pemerintah untuk bisa meyelesaikan persoalan pengungsi,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap jika memang persoalan perumahan bagi para pengungsi sudah bisa diselesaikan, maka kedepan perlu diperjuangkan pembangunan SD dan SMA harus secepatnya bisa terjawab. “Itu visi misi saya. Semoga masyarakat mendukug saya untuk memperjuangkan masalah pengungsi dan pembangunan sekolah-sekolah yang hingga kini belum terjawab. Dan saya harapkan untuk secepatnya terjawab,” tandas Soulissa.(ISL)

Most Popular

To Top