Raskin Batu Merah-Urimesing Ditahan Bulog – Ambon Ekspres
Amboina

Raskin Batu Merah-Urimesing Ditahan Bulog

Kadir : Masih Ada Tunggakan Hutang

AMBON, AE.—Masyarakat Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau dan Desa Urimessing, Kecamatan Nusaniwe yang selalu mendapat bantuan beras miskin (raskin) terpaksa harus menahan keinginan mereka tahun 2015 ini. Pasalnya, meskipun raskin tahun ini sudah mulai disalurkan, kedua desa itu dipastikan tidak mendapatkan penyalurannya.

Pasalnya, kedua desa itu termasuk yang bermasalah dalam hal pembayaran raskin. Ada tunggakan raskin yang belum dibayarkan kedua desa itu untuk tahun 2013-2014. “Kami dari  bulog  sudah  menyampaikan  kepada  kedua desa  tersebut untuk segera menyelesaikan tunggakan supaya  raskin 2015 bisa disalurkan ke desa masing-masing.

Namun kelihatannya sampai saat ini belum ada tanda-tanda pelunasan tunggakan. Alasannya, kedua desa tersebut lagi bermasalah hukum jadi kami pending hingga batas waktu hutang  diselesaikan,” ungkap  Kabid Pelayanan Publik, Bulog Divre Maluku-Malut,  Kadir Kasso kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (13/5).

Dikatakan, tunggakan raskin Desa Batu Merah tahun 2014 sebesar Rp 174 juta sementara tunggakan raskin Desa Uremesing tahun 2013-2014 sebesar Rp 341 juta. “Dua desa ini termasuk  tunggakan yang paling besar sehingga tidak bisa ditolerir disalurkan kembali raskin 2015 sebelum  mereka menyelesaikan hutang mereka.

Kita memang belum melayankan surat pemberitahun namun secara resmi sudah disampaikan kepada satker masing-masing desa  terkait  hal ini. Sampai saat ini belum juga diselesaikan pembayaran hutangnya, maka kami masih menahan raskin untuk kedua desa tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, tunggakan ratusan juta tidak bisa diampuni. Hal ini mengingat raskin yang dikeluarkan itu harus dimanfaatkan masyarakat. ”Selain menyalurkan raskin, kami juga melakukan fungsi kontrol dengan melibatkan pihak kejaksaan. Menurut  kami  perlu  dilakukan pemeriksaan apabila  menyalahi aturan seperti kasus raskin Batu Merah yang sedang berjalan proses hukumnya,” tandasnya.

Kadir menjelaskan, sebenarnya mudah mengelola raskin dengan baik sehingga menghasilkan keuntungan bagi desa. Sebab, kata dia, raskin termasuk stok beras yang paling murah dan langka dipasaran. Kondisi ini harus dipergunakan sebaik mungkin sehingga tidak ada tunggakan yang menumpuk.

Dirinya menjabarkan, untuk retribusi raskin perkotaan khusus di Kota Ambon disalurkan per desa sedangkan di kabupaten disalurkan per kecamatan. Jadi, lanjut dia,  Batu Merah dan Uremeseng  termasuk  dalam daftar  kasus  raskin  yang  perlu diselesaikan mengingat  stok  beras  raskin   tahun  2015 sudah masuk.

“Kami sementara masih menunggu petugas dari masing-masing desa. Bilamana ingin mengambil jatah mereka, syaratnya melunasi runggakan raskin sebelumnya. ,’’ tandasnya. (AID)

Most Popular

To Top