Ratusan Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan – Ambon Ekspres
Trending

Ratusan Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

AMBON,AE— Pemulangan ratusan warga negara asing gelombang kedua dari Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, kemarin, dilakukan. Mereka yang dipulangkan, diduga korban trafficking atau penjualan manusia. Para WNA ini bekerja di Pusaka Benjina Resources.

Mereka dipulangkan oleh tim dari kedutaan Besar Myanmar, yang bekerja sama dengan Pusat bantuan Hukum, perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi), atas permintaan dari Internasional Organization For Migration (IOM). Ada sebanyak  148 orang  asal Myanmar yang dipulangkan.

“Kami diminta IOM untuk melakukan advokasi dan pembelaan hukum atas korban Human Trafficking. Mereka di pekerjakan di Pulau Benjina. Kami lakukan koordinasi dengan tiga kedubes yakni Myanmar, Laos dan kamboja. Untuk memulangkan 372 orang. Namun yang baru berhasil dipulangkan itu dari Myanmar,” jelas Fahri Bachmid koordinator tim kuasa hukum PBH Peradi, untuk korban Benjina, kepada Ambon Ekspres sore kemarin.

Sebanyak 148 orang WNA asal Myanmar, dan 224 orang lainnya merupakan warga Laos dan Kamboja. Untuk Myanmar sendiri sambung Fahri, telah diberangkatkan dari Bandara Internasional Pattimura Ambon, menuju Myanmar dengan menumpangi pesawat khusus Myanmar Airlines International (MAI), yang didatangkan oleh Kedubes Myanmar.

“Jadi Kamis pagi mereka (WNA red) tiba dari Benjina, maka sorenya sekitar pukul 15.45 WIT, dari bandara Internasional Pattimura, 148 WNA asal Myanmar itu diterbangkan dari Maluku. Mereka sendiri dikawal ketat oleh Kedubes negara asal,” katanya.

Sementara untuk warga Negara asal Laos dan Kamboja, lanjut salah satu pengacara kondang Maluku ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kedubes masing-masing terkait pemulangan. “Tugas kami adalah melakukan pendampingan hukum secara intensif dan berkesinambungan hingga persoalan ini tuntas. Namun yang menjadi fokus utama kami saat ini adalah pemulangan para korban Human Trafficking ini dari Benjin,”terangnya.

Langkah hukum yang akan dilakukan oleh pihaknya itu untuk memastikan bahwa seluruh hak dari  terduga korban Human Trafficking di Benjina, akan mendapatkan kompensasi yang layak dan proporsional sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kami lagi mengupayakan dan mepertimbangkan opsi-opsi hukum yang akan dilakukan kedepan nanti untuk membela kepentingan para korban. Kami juga melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait untuk menyikapi dan menyelesaikan masalah ini secara lebih serius dan tuntas,” imbuhnya.

Polisi Masih Dalami
Sementara itu aparat kepolisian dari Polres Aru, maupun Polda Maluku, masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dan menuntaskan kasus adanya dugaan perdagangan manusia, yang terjadi di PT Pusaka Benjina Resources atau PBR.

“Penyelidikan masih berlanjut. Ini setelah pihak kepolisian berhasil menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana tersebut,” demikian disampaikan Kabid Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Hasanuddin Mukaddar, kepada wartawan Rabu, (13/5).

Menurut dia, ini kasus besar, karena itu menjadi prioritas kepolisian. “Apapun alasannya kasus ini akan kita upayakan hingga tuntas. Karena ini merupakan tindak pidana,” jelasnya.

Setelah melakukan penyelidikan maka pihaknya telah menetapkan lima tersangka, tiga ditetapkan lebih awal dan dua baru ditetapkan beberapa hari yang lalu. Pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, hingga tuntas.

Informasi lain, setelah lima tersangka tersebut, aparat kepolisian dari Polres Aru, kembali menetapkan dua tersangka tambahan dalam kasus tersebut, pada Rabu malam. Sehingga total tersangka dalam kasus tersebut kini menjadi tujuh orang. Sayangnya hingga tadi malam, Kapolres Kepulauan Aru, Ajun Komisaris Besar Polisi Harol Huwae, belum berhasil dimintai keteranganya. (AHA)

Most Popular

To Top