Masyarakat Diminta Waspadai Badai Dolphin – Ambon Ekspres
Amboina

Masyarakat Diminta Waspadai Badai Dolphin

AMBON, AE.—Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, George Mahubessy mengatakan, Kota Ambon dan Maluku Tengah (Malteng) akan dilanda Badai Tropis Dolphin. Badai tersebut saat ini berada di atas wilayah Papua dan akan melintasi Maluku menuju Filipina. Untuk itu diperkirakan dalam minggu ini, kedua daerah ini akan dilanda Badai Tropis Dolphin.

“Perlu diketahui, Maluku masuk musim penghujan di bulan Mei hingga Agustus. Dan akan diperparah bila saat itu terjadi badai tropis yang membuat sirkulasi udara makin kuat atau makin lemah. Kalau badai itu ada, maka sirkulasi udara makin kuat dan pengaruhnya sangat buruk di Maluku Tengah dan Kota Ambon. Maka, dalam minggu ini akan ada badai tropis yang disebut Dolphin. Bergerak Papua menuju Filipina dan akan melewati atas Maluku,” ungkap Mahubessy ketika di temui Ambon Ekspres, di Kantor BMKG Pattimura Ambon, Jumat (15/5).

Menurutnya, Badai Dolphin ini bukan saja memperkeruh musim hujan, tetapi sering membuat curah hujan bisa meningkat dan tidak seperti biasanya. Dan badai ini bisa bertahan hingga mencapai 1 minggu karena akan terjadi musim hujan yang relatif sedang hingga lebat.

“Jika bertahan lama, bisa mencapai 1 minggu, tergantung kondisi lautan. Karena dia hidup di atas lautan. Jadi kalau lautan makin memanas, uap air diserap seperti bensin. Tetapi kalau melintasi lautan dingin, maka uap air makin kecil dan cenderung lemah dan tidak terlalu mempengaruhi cuaca di Maluku khususnya Ambon. Nanti kita lihat, karena sekarang kecepatannya sekitar 75 knots atau 150 km/jam,” jelasnya.

Dijelaskan, dengan kehadiran badai ini pastinya akan memperkeruh suasana dan membuat sirkulasi udara makin kuat. Sehingga disebut pertemuan angin diatas Maluku, yang nantinya bisa menimbulkan petir, puting beliung, badai dan guntur. Dan jika terjadi seperti ini, maka akan mengakibatkan banyak hujan di daerah Maluku dengan intensitas yang lebat.

“Kalau hujan lebat tentu air yang turun bisa bertahan cukup lama jadi perlu di antisipasi masyarkat. Karena 2 atau 3 hari (sejak hari ini, red) Dolphin sudah melewati di atas Maluku. Kalau ada badai ini, ada kencendrerungan hujan makin lebat. Maka otomatis perlu waspadai banjir,” pesannya.

Mahubessy mengaku, badai ini bisa dikatakan tidak berdampak langsung dengan daerah Maluku. Karena jika berdampak langsung, maka akan terjadi sirkulasi kuat atau awan timbul yang hebat sehingga bisa menimbulkan gelombang yang sangat tinggi.

Untuk itu, lanjutnya, informasi cuaca ini dilanjutkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kepada masyarakat untuk bisa mengantisipasi tempat tinggalnya dan sebagainya. Karena badai ini kemungkinan mengakibatkan hujan yang cukup lebat dan relatif. Sementara ini hanya Badai Dolphin saja yang sedang hidup.  “Ada badai lainnya.

Terjadinya musim hujan Mei hingga Agustus ini, karena saat itulah terjadi musim badai di atas Maluku. Namun, persoalannya jauh atau dekat, jika dia dekat itu yang berbahaya, karena menimbulkan hujan besar. Walaupun ada badai kecil lainnya yang bisa menenggelamkan Ambon. Tetapi untuk sementara ini, hanya ada Badai Tropis Dolphin,” terangnya.

Dia berharap, masyarakat perlu waspada terhadap perkiraan cuaca terkait badai ini. Walaupun puncak musim penghujan untuk Kota Ambon dan sekitarnya jatuh  pada bulan Juni dan Juli, namun dengan banyaknya perubahan lingkungan, badai ini kadang normal kadang juga bisa berubah menjadi ekstrim. “Badai ini kadang makin ekstrim dan menggila. Semoga kondisi ini tidak terlalu berpengaruh, tetapi kita harus waspada,” tegasnya. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!