Penjualan Barang Elektronik di Ambon Anjlok – Ambon Ekspres
Amboina

Penjualan Barang Elektronik di Ambon Anjlok

AMBON, AE.—Omzet para pedagang barang-barang elektronik di Kota Ambon menurun dalam dua bulan terakhir. Beberapa pedagang mengaku, di periode Januari-Maret, penjualan turun, namun masih batas normal. Sedangkan, dua bulan terakhir, penjualan turun berkisar 20 persen karena daya beli masyarakat yang menurun.

Alex, salah satu pemilik toko elektronik di Jalan Sam Ratulangi, Kota Ambon mengaku, penjualan di dalam dua bulan terakhir untuk alat-alat elektronik turun 15 hingga 20 persen.
“Penjualan di toko turun hingga 20 persen dalam dua bulan terakhir ini. Ini kontras dengan tingginya penjualan pada bulan Desember tahun lalu,”kata dia, Sabtu (16/5).

Dikatakan, turunnya penjualan dikarenakan menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, harga barang tetap stabil, bahkan cenderung turun.“Harga barang tetap sama, bahkan turun untuk beberapa barang,” ujarnya.
Salah satu penyebab menurunnya daya beli masyarakat, katanya, kenaikan harga BBM membuat harga kebutuhan pokok naik. Sehingga, konsumen menahan diri membeli produk elektronik.

“Masyarakat cenderung me- ngutamakan penggunaan uang untuk mencukupi kebutuhan pokok, dibandingkan membeli produk elektronik,”tuturnya.
Sementara, Irfan salah satu karyawan toko elektronik di Jalan A.M.Sangadji,  mengatakan, naiknya harga barang elektronik ini telah mempengaruhi penjualan.

“Saat ini, penjualan masih sepi, karena beberapa harga barang elektronik mengalami kenaikan berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Sehingga berpengaruh terhap penjualan,”katanya.
Selain itu, lanjutnya, produk buatan Cina dan Korea dijual dengan harga murah. Video compact disc player buatan Cina, misalnya, bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp350 ribu. Apalagi, harga dari pedagang juga diberikan harga promo serta diskon. Namun, angka penjualan masih belum normal seperti biasanya

“Saat ini, angka penjualan di toko turun hingga 20 persen. Biasanya, dalam sehari, ada 15-20 barang yang laku. Kini hanya 5 sampai 10 barang saja,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, ada momen dimana penjualan naik yaitu pada tengah hingga akhir tahun.
“Memang biasa diawal tahun penjualan menurun, tapi normalnya hanya 5 hingga 10 persen. Kami berharap pertengahan tahun ini penjualan bisa kembali stabil sehingga kami juga tidak merugi,”harapnya.  (IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!