150 ABK Berdemo – Ambon Ekspres
Trending

150 ABK Berdemo

AMBON, AE— Sebanyak 150 Anak Buah Kapal yang bekerja pada PT Kristalin Dwilestari, kemarin, mendatangi kantor perusahaan itu disamping Hotel Amans. Mereka menuntut pembayaran pesangon secara utuh, setelah ijin berlayar sejumlah kapal milik Kristalin yang bergerak di bidang perikanan, dicabut.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, sejumlah kapal milik Kristalin bermasalah soal perijinannya. Mereka hingga kini masih melakukan pengurusan perijinan, karena itu mengistirahatkan ABK-nya. Informasi lainnya juga menyebutkan pemilik perusahaan itu kini berada di Korea.

Pantaun Ambon Ekspres, sekira pukul 15.45 WIT, sore kemarin, sebanyak 150 buruh atau Anak buah Kapal (ABK), mendatangi kantor cabang PT. Kristalin Dwilestari. “Kami hanya minta supaya hak-hak kami segera di bayar. Bayarnya sesuai dengan kesepakatan yang ada dalam Undang-Undang itu, yakni bayar sesuai masa kerja. Yang terjadi saat ini, saya bekerja lima tahun 1 bulan, masa yang mau dibayar hanya satu bulan lalu yang lain itu bagaimana. Itu baru saya yang lima tahun bekerja, bagaimana dengan teman-teman saya yang bekerja di bawa saya ini,” jelas salah satu buruh yang tak mau menyebutkan namanya kepada Ambon Ekspres kemarin.

Uten Bumolo, Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia Maluku, yang menjadi koordinator para ABK kapal milik perusahaan tersebut, mengaku sangat menyesali sikap perusahaan yang selama ini tidak membayar pesangon dari para ABK itu. Pihak perusahaan hanya bersedia membayar pesangon para ABK itu, sesuai dengan kapal terakhir yang mereka bekerja.

“Semestinya hal seperti ini tidak perlu terjadi. Bayangkan kalau ada yang bekerja selama 5 tahun di kapal A, kemudian baru pindah di kapal B masih dalam satu perusahaan,  1 tahun terakhir maka yang dibayar hanya 1 tahun, lalu 5 tahun bekerja, dikemanakan. Padahal semestinya perusahaan membayar sesuai kesepakatan awal, ”katanya.

Bumolo menjelaskan, pihak perusahaan membayar pesangon dari para pekerja ini sesuai dengan masa kerja. Bukan malah mencoba untuk menghilangkan sebagian masa kerja dari para ABK. “Jadi mereka ini masa kerjanya bervariasi. Jika ada yang bekerja 2 tahun, maka hitungannnya 2 bulan gaji, kalau kalau diatas 8 tahun maka hitungan 9 bulan gaji. Nah sedangkan yang diatas 9 Tahun maka harus membayar 9 bulan gaji. Tetapi ini lain lagi, dan sudah sangat menyalahi pasal 156, UU nomor 13 Tahun 2003 tentang tenaga kerja,” paparnya.

Dia juga mengancam, jika pihak perusahaan masih saja menunjukan sikap tidak mau menyelesaikan hak-hak para ABK, pihaknya akan mengambil langkah hukum. “Kami akan proses hukum, kalaupun ditingkat penyelesaian biparti tidak menemui kesepakatan, yakni membayar pesangon sesuai masa kerja, uang perhargaan dan uang kekurangan gaji. Maka kami akan laporkan kepada pihak yang berwajib,” ancamnya.

Sementara dari total para ABK yang wajib mendapatkan pesangon, uang penghargaan serta kekurangan gaji sesuai data perusahaan itu sebanyak 150 orang. “Yang masuk dalam daftar itu sebanyak 150 orang, sedangkan yang standby itu mencapai 100 orang. Total keseluruhan ABK yang bekerja di PT. Kristalin ini, sebanyak 200 orang. Namun yang wajib dibayar itu 150 orang. Soal kerugian yang dialami dari 150 ABK yang wajib di bayar sesuai dengan masa kerja hampir ratusan juta rupiah,” tutupnya.

Aksi para ABK ini tidak mendapat respon pihak perusahaan. Akhirnya sekira pukul 17.30 WIT, ratusan ABK itu membubarkan diri secara damai dan berjanji akan meminta bantuan dari pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku.  (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!